Sinopsis Film Jangan Buang Ibu: Benarkah Panti Jompo Menjadi Akhir Segalanya?

AKURAT.CO Film Jangan Buang Ibu akan segera tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, (25/6/2026) mendatang.
Kehadirannya langsung mencuri perhatian karena merupakan adaptasi dari novel populer berjudul sama karya Wahyu Derapriyangga.
Baca Juga: Sinopsis Spider-Man Brand New Day, Babak Baru Peter Parker Tayang Akhir Juli 2026
Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dengan skenario garapan Widya Arifianti, film ini menghadirkan cerita emosional yang kuat dan dekat dengan realitas kehidupan keluarga.
Film ini juga diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Nirina Zubir, Refal Hady, hingga Amanda Manopo, yang semakin menambah daya tarik cerita di layar lebar.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu
Film “Jangan Buang Ibu” mengangkat kisah menyentuh tentang Ristiana, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan tiga anaknya setelah ditinggal meninggal oleh sang suami.
Dalam keterbatasan hidup, ia harus memikul semua beban keluarga seorang diri, termasuk utang yang ditinggalkan suaminya.
Meski hidup penuh tekanan, Ristiana tetap berusaha menjadi sosok ibu yang kuat demi anak-anaknya, Tama, Dewi, dan Tria, agar mereka dapat tumbuh dengan layak dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Namun, keadaan keluarga mulai berubah ketika sebuah keputusan besar yang diambil Ristiana justru menimbulkan jarak di antara anak-anaknya. Hubungan yang dulu hangat perlahan merenggang, digantikan konflik dan luka yang tak tersampaikan.
Seiring waktu, perbedaan pandangan dan kehidupan masing-masing anak membuat ikatan keluarga semakin jauh. Situasi semakin rumit ketika Ristiana akhirnya harus menghadapi kenyataan pahit yang membuatnya berada di posisi tersisih dari keluarganya sendiri.
Di titik inilah muncul pertanyaan besar yang menjadi inti cerita: apakah panti jompo benar-benar menjadi akhir bagi seorang ibu, atau justru awal dari kesadaran anak-anaknya tentang arti keluarga dan pengorbanan?
Film ini menyajikan drama emosional yang menyentuh tentang cinta ibu, luka keluarga, dan penyesalan yang datang terlambat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik





