Akurat Logo

Bintangi Film Yang Disebut Nakal, Iwa K Ingatkan Modal Bergaul Anak Dimulai dari Rumah

Nuzulul Karamah | 22 Oktober 2026, 18:46 WIB
Bintangi Film Yang Disebut Nakal, Iwa K Ingatkan Modal Bergaul Anak Dimulai dari Rumah
Iwa K

AKURAT.CO Film drama komedi keluarga terbaru bertajuk Yang Disebut Nakal menghadirkan narasi menyentuh tentang lika-liku kehidupan remaja, lengkap dengan dinamika konflik pertemanan hingga persoalan domestik di dalam keluarga.

​Alur ceritanya menyoroti kisah sekelompok anak muda dari beragam latar belakang yang diwajibkan mengikuti program pembinaan selama 21 hari di sebuah kawasan terpencil.

Di sana, mereka digembleng untuk melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, hingga belajar membedah persoalan hidup dari sudut pandang yang lebih bijak.

​Melihat pesan mendalam yang diusung film tersebut, musisi sekaligus aktor Iwa K turut angkat bicara mengenai krusialnya peran orang tua dalam membekali anak sebelum terjun ke lingkungan masyarakat.

Baca Juga: PDIP Gelar Teatrikal Peristiwa Kudatuli, Megawati Ikuti Acara Secara Daring

​Menurut rapper kawakan ini, pondasi dan nilai-nilai yang ditanamkan di dalam rumah menjadi benteng utama agar anak tidak gampang terombang-ambing oleh pengaruh negatif pergaulan luar.

​“Modal bergaul anak itu dimulai dari rumah, mau di luar pasti akarnya dari rumah,” ungkap Iwa K saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

​Lebih lanjut, pelantun lagu hits Bebas ini mengingatkan bahwa anak idealnya tidak sekadar menjadi pengikut atau terwarnai oleh arus pergaulannya.

Sebaliknya, dengan bekal karakter yang kuat dari rumah, mereka diharapkan mampu menyebarkan dampak positif bagi lingkaran pertemanannya.

​“Supaya nantinya anak jangan cuma bisa diwarnai oleh lingkungan, tapi kalau bisa mewarnai lingkungannya, memberikan hal baru, baik di lingkungannya,” tutur Iwa K.

​Wejangan dari Iwa K seolah menjadi penjelas bahwa pergaulan tak sepatutnya mengikis jati diri seorang anak. Lingkungan pertemanan justru bisa menjadi wadah yang saling mendukung untuk melangkah ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: FIFA Puji Jiwa Kepemimpinan Rizky Ridho, Diprediksi Jadi Salah Satu Bintang di Piala Asia U-23

​Pesan edukatif tersebut tecermin jelas dalam alur cerita Yang Disebut Nakal. Proses pembinaan selama tiga minggu memperlihatkan bahwa sebuah transformasi karakter tidak terjadi secara instan, melainkan butuh ruang bagi remaja untuk memahami kesalahan dan mendewasakan diri.

​Tak kalah penting, film ini juga menggarisbawahi peran aktif orang dewasa. Selain menetapkan batasan dan aturan, komunikasi dua arah yang hangat antara orang tua maupun pembimbing sangat dibutuhkan agar anak merasa dirangkul dan mau terbuka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.