Contoh Ketidaksetaraan Gender di Sekolah dan Kampus

AKURAT.CO Ketidaksetaraan gender masih dapat ditemukan di lingkungan pendidikan, baik di sekolah maupun kampus.
Meskipun terlihat sepele, praktik ini bisa berdampak pada kepercayaan diri, kesempatan belajar, hingga masa depan siswa dan mahasiswa.
Artikel ini membahas beberapa contoh ketidaksetaraan gender yang sering terjadi serta bagaimana hal tersebut memengaruhi lingkungan akademik.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memahami Konsep Gender secara Ilmiah?
Ketidaksetaraan Gender di Sekolah
Di tingkat sekolah, ketidaksetaraan gender sering muncul dalam bentuk perlakuan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Salah satu contohnya adalah pembagian peran dalam kegiatan kelas.
Siswa laki-laki sering diarahkan untuk tugas yang bersifat fisik atau kepemimpinan, sementara siswi perempuan lebih sering diberi tugas administratif seperti mencatat atau membersihkan kelas.
Selain itu, ada juga stereotip dalam pemilihan jurusan atau minat.
Misalnya, siswa laki-laki dianggap lebih cocok di bidang sains dan teknologi, sedangkan perempuan diarahkan ke bidang bahasa atau seni. Padahal, kemampuan tidak ditentukan oleh gender.
Guru juga terkadang, tanpa disadari, memberikan perhatian lebih kepada salah satu gender, misalnya lebih sering menunjuk siswa laki-laki saat pelajaran tertentu atau menganggap perempuan lebih pasif.
Ketidaksetaraan Gender di Kampus
Di lingkungan kampus, ketidaksetaraan gender bisa muncul dalam bentuk yang lebih kompleks.
Salah satu contoh adalah dalam organisasi atau kepemimpinan.
Mahasiswa laki-laki sering dianggap lebih layak menjadi ketua, sementara perempuan cenderung ditempatkan sebagai sekretaris atau bendahara.
Dalam diskusi kelas, suara perempuan terkadang kurang didengar atau dianggap kurang tegas dibandingkan laki-laki. Hal ini dapat memengaruhi kepercayaan diri mahasiswa perempuan untuk berpendapat.
Selain itu, ada juga bias dalam bidang studi tertentu. Jurusan seperti teknik dan IT masih didominasi laki-laki, sementara perempuan sering terkonsentrasi di jurusan sosial atau humaniora. Hal ini bukan karena kemampuan, tetapi karena konstruksi sosial yang terbentuk sejak lama.
Dampak Ketidaksetaraan Gender
Ketidaksetaraan gender dapat berdampak pada perkembangan individu. Siswa atau mahasiswa bisa merasa dibatasi, kurang percaya diri, atau kehilangan kesempatan untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya.
Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat memperkuat stereotip gender di masyarakat.
Baca Juga: Battle of Sexes: Mampukah Aryna Sabalenka Kalahkan Nick Kyrgios Dalam Duel Beda Gender?
Upaya Mengurangi Ketidaksetaraan Gender
Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang adil bagi semua. Guru, dosen, dan institusi perlu memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang gender.
Kesadaran akan isu ini juga penting bagi siswa dan mahasiswa, agar berani menyuarakan pendapat dan tidak terjebak dalam stereotip.
Ketidaksetaraan gender di sekolah dan kampus mungkin tidak selalu terlihat jelas, tetapi dampaknya nyata.
Dengan memahami contohnya, kita bisa mulai menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih adil dan setara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







