Profil Karni Ilyas, Sosok Jurnalis Senior Yang Melakukan Wawancara Dengan Ayah Mirna

AKURAT.CO Masih dengan viralnya kasus kematian Mirna Salihin karena kopi sianida, membuat seorang jurnalis senior, Karni Ilyas, memutuskan untuk melakukan wawancara dengan ayah Mirna Edi Darmawan Salihin di kanal YouTube Karni Ilyas Club.
Karni Ilyas telah mewawancarai banyak tokoh penting Indonesia dan sudah menjalani profesi Jurnalis selama bertahun-tahun.
Kehadiran ayah Mirna sebagai bintang tamu di acara Karni Ilyas Club, telah membuat publik penasaran dengan perjalanan karir Karni Ilyas hingga saat ini.
Mengutip berbagai sumber, Senin (9/10/2023), berikut ini profil Karni Ilyas yang dikenal sebagai Jurnalis berpengalaman di Indonesia.
Profil Karni Ilyas
Karni Ilyas menempuh sekolah di Padang, dan sudah memiliki hobi menulis dengan rajin. Bahkan di Jakarta, tulisannya sempat beberapa kali dimuat di Harian Abadi.
Baca Juga: ILC Berakhir, Fahri Hamzah Pamer Amplop Honor Terakhir dari Karni Ilyas
Setelah merantau ke ibu kota, Karni Ilyas memutuskan untuk mencari pekerjaan karena tuntutan biaya hidup yang tinggi.
Hingga akhirnya Karni Ilyas memutuskan untuk mencoba menjadi reporter di koran Suara Karya meskipun pada saat itu dia masih kuliah dan baru saja lulus SMA.
Tekadnya yang kuat membuat dia bisa mencari pekerjaan sebagai wartawan dan tetap melanjutkan kuliahnya.
Sayangnya keputusan yang dibuat oleh Rahman Tolleng, sebagai pemimpin redaksi Suara Karya saat itu, menolak Karni Ilyas dengan alasan bahwa tidak ada pekerjaan tersedia.
Karena penolakan itu, Karni Ilyas dengan berani menanyakan kekurangan berita di koran tersebut kepada Rahmat Tolleng.
Baca Juga: Karni Ilyas Umumkan ILC Tamat
"Pak, saya sudah baca Suara Karya. Menurut saya, ada berita yang tidak masuk di situ," kata Karni Ilyas muda.
Atas pertanyaan tersebut, Rahmat Tolleng bertanya balik kepada Karni Ilyas hingga dua kali, kemudian Karni Ilyas menjawab bahwa tidak ada berita hukum di Suara Karya.
Ucapan berani tersebut yang akhirnya jadi pertimbangan dan membuat Karni Ilyas berhasil diterima jadi reporter resmi di Suara Karya.
Sudah dari usia remaja, Karni Ilyas telah bercita-cita untuk menjadi wartawan karena dia ingin terkenal.
Cita-cita tersebut tampaknya menjadi kenyataan dengan pilihan untuk menjadi seorang wartawan di media cetak berkembang secara bertahap.
Baca Juga: Karni Ilyas Cuit ILC Pamit, Dedi Gumelar: Membuat Kemiskinan Baru Bagi Krunya
Tak hanya di satu tempat, namun Karni Ilyas beralih ke majalah Tempo sebagai redaktur pelaksana rubrik Hukum setelah selesai bekerja di Suara Karya.
Tahun 1996, Karni Ilyas memulai karirnya di stasiun televisi dengan bergabung di SCTV. Bahkan, dia dipercaya untuk memimpin program Liputan 6 dan dia juga mendapat tawaran memimpin program berita di ANTV.
Setelah lama menjalani karirnya di dunia pertelevisian, Karni Ilyas mengadakan program yang disebut 'Jakarta Lawyers Club’ atau yang diubah menjadi 'Indonesia Lawyers Club'.
Program tersebut yang membuat namanya semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, hingga saat ini dia memiliki akun kanal YouTube sendiri yang bernama ‘Karni Ilyas Club’.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









