Kebakaran KMP Batumandi, Menhub Minta Investigasi Jadi Dasar Evaluasi

AKURAT.CO Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.
Menhub menginstruksikan koordinasi intensif untuk penanganan yang cepat dan aman. “Kami atas nama pemerintah menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian ini. Kami terus berkoordinasi untuk penanganan kebakaran dan pengamanan kapal bersama instansi terkait. Alhamdulillah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat,” kata Dudy, Rabu (21/10/2026).
Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006.
Penanganan ini juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur, mulai dari unsur pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait. Dudy memastikan, proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran sekitar lokasi kejadian. Sementara untuk penyebab insiden masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.
“Kemenhub terus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian. Kami juga siap menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai dengan kewenangan kami," ujarnya.
KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak pada Selasa (20/10) pukul 14.32 WIB. Berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak.
Kementerian Perhubungan melalui otoritas terkait telah mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.
Dudy menegaskan, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kepolisian. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menunggu hasil investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
“Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang. Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penanganan berjalan dengan baik dan aspek keselamatan menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan insiden dan evaluasi aspek keselamatan pelayaran berjalan sesuai kewenangan masing-masing. Evaluasi juga diperlukan untuk mengidentifikasi langkah pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 6Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa






