EMAS Percepat Ekspansi Tambang Emas Pani, Bidik Produksi 700.000 Ons

AKURAT.CO PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) akan mengakselerasi Project Pani Gold Mine dengan menambah fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) menjadi dua agar dapat melipatgandakan produksi masa depannya.
Setelah uji coba operasi (commissioning) dari kedua fasilitas tersebut berhasil, total kapasitas gabungan CIL akan meningkat dari 250.000–350.000 ons per tahun menjadi sebesar 500.000–700.000 ons per tahun.
Fasilitas CIL fase 1 sedang dibangun dengan kapasitas pemrosesan sebesar 12 juta ton per tahun (million tonnes per annum/Mtpa) dengan potensi peningkatan (surge capacity) sebesar 20%, yang memungkinkan hasil produksi (throughput) hingga mencapai 14,4 Mtpa.
Baca Juga: Merdeka Gold Resources Cetak Pendapatan 369 Kali Lipat di Semester I
Fasilitas pemrosesan yang lebih tinggi ini menandai langkah penting dalam transisi Pani Gold Mine dari tahap peningkatan produksi (ramp-up) saat ini menuju operasi berskala lebih besar dengan kemampuan menghasilkan kas (cash-generation) yang lebih kuat.
Perseroan juga tengah mempercepat fasilitas CIL Fase 2, yang skalanya akan sepadan dengan Fase 1 sehingga dapat melipatgandakan kapasitas pemrosesan CIL Pani Gold Mine setelah rampung.
"Rencana kami untuk membangun fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas produksi emas Pani secara signifikan, sementara akselerasi Fase 2 akan memungkinkan kami untuk mempercepat realisasi arus kas di masa depan. Secara keseluruhan, berbagai pengembangan ini memperkuat posisi Perseroan sebagai tambang emas dengan operasional berskala besar," kata Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Kemajuan konstruksi untuk Fase 1 terus berlanjut di seluruh aspek pekerjaan. Rekayasa dasar (basic engineering) telah diselesaikan, rekayasa terperinci (detailed engineering) sudah sangat maju, seluruh peralatan utama dengan waktu tunggu pemesanan yang lama (major long-lead equipment) telah dipersiapkan, dan kontraktor konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi.
Pekerjaan sipil pun telah dimulai di beberapa area seperti penggilingan (milling), pelindian (leaching), dan pengentalan (thickening).
Pembangunan Fasilitas Penyimpanan Tailing (Tailings Storage Facility/TSF) juga berjalan dengan baik, termasuk bendungan pengelak (coffer dams) dan sistem pengalihan air menjelang penimbunan tanggul bendungan awal (starter dam embankment filling).
Baca Juga: Panen di Tambang Emas Pani, Merdeka Gold Resources Kebut Fasilitas CIL 12 Mtpa
Desain Fase 1 juga telah mengintegrasikan infrastruktur utama yang dibutuhkan untuk CIL Fase 2. Sistem penghancuran (crushing), pengangkutan (conveying), penumpukan (stockpiling), utilitas air, dan sistem reagen sedang dikembangkan melalui CIL Fase 1, sementara pekerjaan tahap awal konstruksi (bulk earthworks) untuk Fase 2 juga akan diselesaikan sebagai bagian dari Fase 1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







