Menko Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya, Produksi 160 Ton per Hari

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia meresmikan Kilang LPG di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.
Kilang kerja sama PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) dan PT Pertamina (Persero) ini disebut dapat memproduksi sekitar 160 ton LPG setiap hari, cukup untuk memenuhi 10-15 persen kebutuhan LPG warga Jawa Barat dan DKI Jakarta.
"Kita berangkat dari hal kecil untuk mencapai hal besar. Kecil gak apa-apa, tapi kalau ada beberapa titik yang seperti ini dikumpulkan, besar juga," kata Bahlil dikutip dari laman ESDM, Jumat (16/10/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Evaluasi Uji Coba CNG, Implementasi Dibidik 2027
Bahlil menjelaskan, sumber bahan baku LPG di Indonesia tidak tersebar merata. Karena itu, kilang skala kecil dan menengah di titik-titik sumber gas menjadi penting, dan pemerintah akan terus menggalakkan pembangunan kilang serupa.
Langkah ini berangkat dari tingginya ketergantungan pada impor. Konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton per tahun, atau 11-12 juta ton jika ditambah kebutuhan industri petrokimia di Cilegon. Sementara itu, kapasitas produksi dalam negeri tidak lebih dari 1,8 juta ton per tahun.
Beban subsidinya pun besar. Saat harga minyak Indonesia (ICP) berada di kisaran USD70 per barel, subsidi LPG mencapai Rp87 triliun. Dengan ICP di kisaran USD90-100 per barel, angkanya mendekati Rp100 triliun.
Bahlil menilai ketidakpastian geopolitik dalam hampir tiga tahun terakhir mendorong banyak negara memperkuat energi dari dalam negeri, dan Indonesia harus mengoptimalkan seluruh potensinya.
Tantangannya, gas bahan baku LNG yang dimiliki Indonesia sebagian besar berupa C1 dan C2, yang tidak cocok diolah menjadi LPG.
Untuk itu, Bahlil meminta Lemigas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyiapkan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif LPG.
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Pastikan Stok Nasional Masih Aman
CNG memakai gas C1 dan C2 yang melimpah di dalam negeri, dengan harga disebut 30-40% lebih murah. Tabung CNG 12 kilogram sudah digunakan, sedangkan tabung 3 kilogram masih diuji
"Kalau itu mampu kita adakan, maka impor kita yang 8 juta ton per tahun itu kita bisa selesaikan dengan kebutuhan yang ada dalam negeri kita," ujar Bahlil.
=====
Bahlil juga meminta jajarannya mempercepat perizinan bagi pelaku usaha skala menengah. Izin yang persyaratannya sudah lengkap diminta selesai paling lama dalam satu minggu.
Kehadiran Kilang LPG Cilamaya diharapkan memperkuat pasokan LPG domestik sekaligus membuktikan bahwa sumber gas berskala kecil pun dapat dioptimalkan untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







