Akurat Logo

TEI 2026 Kantongi Komitmen Dagang Rp236 Triliun dari Target Rp313 Triliun

Esha Tri Wahyuni | 14 Oktober 2026, 20:16 WIB
TEI 2026 Kantongi Komitmen Dagang Rp236 Triliun dari Target Rp313 Triliun
Menteri Perdagangan, Budi Santoso

AKURAT.CO Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 membidik transaksi perdagangan sebesar USD17,5 miliar atau sekitar Rp313,34 triliun.

Dalam pembukaan pameran tersebut, Rabu (14/10/2026), Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengumumkan rencana penandatanganan 168 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai total USD13,2 miliar atau setara Rp236,09 triliun.

Budi mengatakan, kesepakatan tersebut melibatkan eksportir Indonesia dan calon pembeli atau buyer dari 22 negara. Penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung pada sore hari setelah pembukaan TEI 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Kemendag Siapkan Branding untuk 500 UMKM, Seleksi Usai TEI 2026

"Kami laporkan bahwa pada hari ini, pada sore nanti akan dilakukan penandatanganan sebanyak 168 MoU antara eksportir dengan buyer dari 22 negara dengan nilai total USD13,2 miliar," ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Nilai MoU tersebut setara sekitar 75,3% dari target transaksi yang dibidik dalam TEI tahun ini. Namun, nilai kesepahaman itu belum dapat disamakan dengan transaksi perdagangan yang telah terealisasi.

Budi menjelaskan, penjajakan dengan calon pembeli dari luar negeri dilakukan melalui dukungan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) di berbagai negara. Kedua perwakilan tersebut berperan mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon mitra dagang potensial. "Pelaksanaan TEI kali ini menargetkan transaksi sebesar USD17,5 miliar," kata Budi.

TEI 2026 diikuti 1.873 peserta pameran atau exhibitor dengan target kunjungan sebanyak 30.000 orang. Hingga saat ini, tercatat 16.885 buyer telah mendaftar, termasuk 8.092 buyer dari luar negeri yang berasal dari 134 negara.

Kehadiran buyer internasional menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas peluang perdagangan bagi produk Indonesia. Meski demikian, realisasi transaksi tetap bergantung pada tindak lanjut negosiasi dan kesepakatan antara eksportir dengan calon pembeli.

Budi mengatakan, produk yang ditampilkan dalam TEI 2026 mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen, kriya, furnitur, hingga dekorasi rumah. Pameran tersebut juga menghadirkan kawasan industri untuk menarik minat investor.

"Produk yang kami tampilkan dalam TEI ini meliputi produk makanan, minuman, pertanian, berbagai produk manufaktur, produk fesyen dan kriya, furnitur dan home decor hingga kawasan industri untuk mengundang investor," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.