Akurat Logo

Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Limbah Minyak Jadi Bahan Baku Biofuel

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 14 Oktober 2026, 15:38 WIB
Pertamina dan PAL Jaya Jajaki Limbah Minyak Jadi Bahan Baku Biofuel
Pertamina menjajaki kerja sama dengan PAL Jaya untuk mengkaji potensi limbah lemak, minyak, dan gemuk sebagai bahan baku biofuel rendah karbon. - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) dan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) menjajaki potensi pemanfaatan Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Murazandan Direktur Utama PAL Jaya Untung Suryadi di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Murazan menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari langkah nyata perusahaan dalam mendorong transisi energi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Balapan, Pertamina Ungkap Misi Besar di Balik MotoGP Mandalika 2026

“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” kata Oki, Rabu (14/10/2026).

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk menjajaki peluang pemanfaatan FOG yang dihasilkan dan/atau dikelola PAL Jaya sebagai sumber bahan baku alternatif untuk pengembangan biofuel. Inisiatif ini membuka peluang sinergi antara sektor energi dan pengelolaan air limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat ekonomi sirkular, yaitu memandang limbah bukan sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.

Baca Juga: Pertamina dan Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen untuk Transportasi Rendah Karbon

Dengan menjajaki FOG sebagai bahan baku alternatif, kedua pihak berupaya melihat bagaimana limbah yang selama ini perlu dikelola dapat diarahkan menjadi sesuatu yang bernilai bagi sektor energi.

Bagi Pertamina, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan low-carbon business melalui optimalisasi potensi sumber daya alternatif. Pendekatan waste to energy membuka peluang untuk mengidentifikasi pemanfaatan limbah yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi rendah karbon.

Melalui kerja sama ini, Pertamina dan PAL Jaya akan mengkaji lebih lanjut potensi pemanfaatan FOG sebagai bahan baku biofuel. Hasil penjajakan diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut.

Penjajakan juga sekaligus membuka potensi penciptaan nilai tambah dari pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Melalui proses pengkajian ini, kedua pihak dapat memahami potensi yang ada sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.