Angkutan BBM KAI Tumbuh 3,92 Persen, Tembus 2 Juta Ton per September 2026

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 2.036.049 ton BBM diangkut sepanjang Januari–September 2026. Volume tersebut meningkat 3,92% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai sekitar 1.959.161 ton.
Jika dirata-ratakan selama 273 hari pada Januari–September 2026, volume tersebut setara sekitar 7.458 ton BBM per hari. BBM menyumbang sekitar 22,3% dari total 9.148.571 ton angkutan nonbatu bara KAI pada periode yang sama. Data angkutan barang KAI mencatat total nonbatu bara Januari–September 2026 tumbuh 2,6% dibandingkan 8.912.566 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, angkutan BBM memiliki karakter yang berbeda dari komoditas lain karena berkaitan langsung dengan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, pertanian, transportasi, hingga pelayanan publik.
Baca Juga: GIAA Angkat Thomas Oentoro Jadi Dirut Gantikan Glenny Kairupan
“Setiap hari terdapat ribuan ton BBM yang bergerak melalui kereta api. Volume itu menggambarkan bagaimana perjalanan kereta barang menjadi bagian dari proses distribusi energi dari titik pasok menuju berbagai wilayah konsumsi,” kata Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Angkutan BBM KAI dilakukan menggunakan gerbong ketel dan melayani distribusi produk energi bekerja sama dengan Pertamina Group. Jaringan tersebut menghubungkan titik pasok dan terminal BBM dengan sejumlah wilayah distribusi di Jawa dan Sumatra. Jenis produk yang diangkut antara lain Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar.
Kapasitas angkut yang besar membuat satu rangkaian kereta dapat membawa BBM dalam volume tinggi dalam satu perjalanan. Pola perjalanan yang terjadwal juga memungkinkan distribusi dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan pelanggan, sekaligus mengurangi kebutuhan pergerakan angkutan berat dalam jumlah besar melalui jalan raya.
Menurut Anne, perkembangan angkutan BBM juga menarik ketika dibaca bersama perubahan kebijakan energi nasional. Sejak 1 Juli 2026, pemerintah mulai menerapkan mandatori Biodiesel B50. Pada saat yang sama, KAI mulai menggunakan B50 secara bertahap pada sarana berbasis diesel, termasuk lokomotif dan kereta pembangkit.
“Posisi KAI dalam isu energi memiliki dua sisi. Di satu sisi, kereta api membawa BBM untuk memenuhi kebutuhan berbagai wilayah. Di sisi operasional, KAI juga menyesuaikan penggunaan bahan bakar sarana diesel melalui implementasi B50,” ujarnya.
Sementara dari sisi angkutan barang, realisasi BBM Januari–September 2026 telah mencapai 2.036.049 ton. Data kinerja angkutan barang KAI per 30 September 2026 juga menunjukkan realisasi tersebut berada sedikit di atas target kumulatif Januari–September yang sebesar 2.035.840 ton.
Anne menambahkan, keberadaan angkutan BBM melalui kereta api akan tetap relevan seiring kebutuhan distribusi energi dalam skala besar dan perubahan komposisi bahan bakar di Indonesia. “Transisi energi tidak berarti kebutuhan distribusi berhenti. Yang berubah adalah jenis energi, komposisinya, serta bagaimana rantai pasok dikelola. Kereta api memiliki kapasitas untuk mengikuti perubahan tersebut melalui layanan angkutan barang yang terjadwal, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan,” imbuh Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








