5 Kota Dibidik Untuk Ekspansi Restoran Indonesia, Mulai Amsterdam hingga New York

AKURAT.Co Kemendag menargetkan pembukaan 5 restoran Indonesia di luar negeri melalui TEI 2026 dan mendorong ekspansi kuliner nasional ke pasar global.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong ekspansi restoran Indonesia ke pasar internasional untuk memperluas bisnis kuliner nasional sekaligus membuka peluang ekspor produk lokal. Pemerintah menyiapkan pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mendukung langkah tersebut.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, Kemendag akan mengoptimalkan peran atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut akan dilibatkan dalam upaya mengembangkan restoran Indonesia di pasar global.
Baca Juga: Sertifikasi Halal Restoran Segera Dimulai dari yang Siap
"Kami akan menugaskan perwakilan kita. Ada 46 kantor di 33 negara. Salah satu tugasnya adalah mengembangkan restoran kita," kata Budi dalam acara Franchise and License Expo di PIK 2, Tangerang, Banten, Jumat (9/10/2026).
Menurut Budi, pemerintah juga mendorong pembukaan restoran Indonesia di sejumlah negara. Dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, Kemendag menargetkan penandatanganan kerja sama sekaligus pembukaan lima restoran di luar negeri.
Ekspansi tersebut diharapkan menjadi salah satu cara bagi pelaku usaha kuliner nasional untuk memperluas jangkauan pasar dan mengembangkan bisnis hingga ke tingkat internasional.
Selain membuka peluang usaha baru, keberadaan restoran Indonesia di luar negeri berpotensi menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan kuliner nasional kepada konsumen global. Upaya ini juga dapat membuka peluang bagi produk pangan dan bumbu Indonesia untuk masuk ke rantai pasok restoran di pasar tujuan.
S’RASA Sasar Pasar Kuliner Global
Kemendag turut mendorong promosi kuliner Indonesia melalui program Rasa Rempah Indonesia atau S’RASA, yang mengangkat kekayaan rempah dan cita rasa makanan Indonesia untuk pasar internasional.
Program tersebut mengedepankan makanan Indonesia dengan identitas, cerita, dan warisan budaya yang melekat pada setiap hidangan. Melalui pendekatan ini, kuliner diharapkan tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi juga sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Sebagai tahap awal, uji coba program S’RASA akan dilakukan di restoran-restoran yang berlokasi di lima kota, yakni Amsterdam di Belanda, London di Inggris, Tokyo di Jepang, Sydney di Australia dan New York di Amerika Serikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








