Akurat Logo

MDKA Gelontorkan Rp54,75 Miliar untuk Eksplorasi, Tujuh Bukit Jadi Andalan

Yosi Winosa | 9 Oktober 2026, 17:45 WIB
MDKA Gelontorkan Rp54,75 Miliar untuk Eksplorasi, Tujuh Bukit Jadi Andalan
MDKA melakukan kegiatan eksplorasi di 3 wilayah, dengan Proyek Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi fokus utama.

AKURAT.CO PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) terus memperkuat pencarian dan pengembangan sumber daya mineral di tengah upaya memperluas potensi tambang tembaga, emas, dan perak.

Sepanjang kuartal III-2026, emiten pertambangan ini menggelontorkan dana sekitar Rp54,75 miliar untuk kegiatan eksplorasi di tiga wilayah, dengan Proyek Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi fokus utama.

Berdasarkan laporan eksplorasi kuartal III-2026 yang diterbitkan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Jumat (9/10/2026), kegiatan tersebut mencakup Proyek Tujuh Bukit di Jawa Timur, Proyek Eksplorasi Damai Suksesindo (DSI) di Jawa Timur, serta Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya.

Baca Juga: MDKA Tambah Sumber Daya Gua Macan 25 Persen, Kandungan Emas Capai 2 Juta Ons

Dari total anggaran eksplorasi tersebut, sekitar Rp51,10 miliar dialokasikan untuk Tujuh Bukit. Nilai itu setara dengan sekitar 93,3% dari keseluruhan pengeluaran eksplorasi MDKA selama periode Juli-September 2026.

Besarnya alokasi dana untuk Tujuh Bukit menunjukkan dominannya aktivitas eksplorasi di proyek tersebut dibandingkan dua lokasi lainnya. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengeboran untuk definisi sumber daya, termasuk pengembangan data sumber daya yang berkaitan dengan umur tambang, serta eksplorasi regional.

MDKA Selesaikan 44 Lubang Bor di Tujuh Bukit

Aktivitas eksplorasi Tujuh Bukit sepanjang kuartal III 2026 melibatkan 7 rig Diamond Drill (DD). Dalam ringkasan kegiatan, perusahaan melaporkan penyelesaian 44 lubang bor dengan total kedalaman 8.606,5 meter, sementara dua lubang tambahan dengan kedalaman gabungan 670,8 meter masih dalam pengerjaan.

Laporan statistik pengeboran Tujuh Bukit mencatat total 46 lubang bor yang telah selesai dengan kedalaman gabungan 9.277,3 meter. Angka ini mencakup pengeboran di sejumlah prospek regional, pengeboran di area permukaan Tujuh Bukit, serta pengeboran bawah tanah untuk studi metalurgi.

Berikut rincian statistik pengeboran Tujuh Bukit pada kuartal III-2026:

Area pengeboran

Lubang bor selesai

Total kedalaman

Gua Macan

1

52,3 meter

Lompongan

3

1.882,6 meter

Candrian

2

369,8 meter

Permukaan Tujuh Bukit

38

6.453,8 meter

Tujuh Bukit (bawah tanah)

2

518,8 meter

Total

46

9.277,3 meter

Pengeboran di area permukaan Tujuh Bukit menjadi aktivitas terbesar berdasarkan jumlah lubang dan kedalaman. Sebanyak 38 lubang bor dengan total kedalaman 6.453,8 meter dilakukan untuk mendukung pengembangan data sumber daya emas yang ada, serta pekerjaan geoteknik dan hidrogeologi.

Sementara itu, pengeboran bawah tanah di Tujuh Bukit mencakup dua lubang dengan total kedalaman 518,8 meter untuk kepentingan studi metalurgi.

Selain pengeboran, MDKA menjalankan survei geofisika Induced Polarisation (IP) di Salakan, Salakan Timur, dan Lompongan. Survei tersebut mencakup 12 lintasan dengan total panjang 22.400 meter.

Perusahaan juga melakukan survei magnetik permukaan di Candrian, Lompongan, dan Salakan, yang terdiri atas 26 lintasan dengan panjang keseluruhan 22.070 meter.

Ke depan, pengeboran permukaan di Tujuh Bukit direncanakan berlanjut menggunakan lima rig DD untuk mendukung definisi sumber daya dan target eksplorasi regional. Survei geofisika juga akan diteruskan pada sejumlah target regional.

Eksplorasi Tembaga Wetar Masuki Tahap Pemetaan Target Pengeboran

Selain Tujuh Bukit, MDKA mengalokasikan sekitar Rp3,53 miliar untuk eksplorasi di Tambang Tembaga Wetar selama kuartal III-2026.

Kegiatan di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, difokuskan pada interpretasi data geologi, geokimia, dan geofisika untuk menentukan wilayah prospektif yang dapat ditindaklanjuti.

Hingga akhir September 2026, perusahaan telah menyelesaikan 17,3 kilometer lintasan survei IP. Adapun kegiatan traverse telah menghasilkan total lintasan 26,5 kilometer, termasuk 8,9 kilometer yang telah dilaporkan pada kuartal II-2026.

Survei IP pada kuartal III merupakan survei tambahan atau infill untuk mempersempit jarak antarlintasan dari 200 meter menjadi 100 meter. Pekerjaan ini menargetkan zona anomali resistivitas dan chargeability yang sebelumnya teridentifikasi dalam survei 2025.

MDKA menyatakan analisis hasil survei masih menunggu penyelesaian seluruh lintasan infill. Hasilnya akan digunakan untuk menyusun target pengeboran pendahuluan atau scout drilling secara lebih terperinci.

Dengan demikian, laporan kuartal III belum mengumumkan temuan sumber daya baru dari kegiatan eksplorasi Wetar tersebut.

Aktivitas Eksplorasi DSI Masih Terbatas

Berbeda dengan Tujuh Bukit dan Wetar, aktivitas lapangan di Proyek Eksplorasi Damai Suksesindo (DSI) masih berada dalam periode penangguhan.

MDKA mencatat pengeluaran eksplorasi DSI sebesar Rp122 juta selama kuartal III-2026. Proyek yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut memiliki target eksplorasi tembaga, emas, dan perak.

Perusahaan menyebut area-area prospek telah ditentukan untuk eksplorasi lebih terperinci. Namun, kegiatan eksplorasi lapangan dihentikan setelah persetujuan masa penangguhan selama satu tahun yang dimulai pada 10 Oktober 2025.

Selama periode tersebut, DSI melanjutkan studi berbasis data yang telah tersedia, mencakup kajian geologi dan geokimia serta interpretasi ulang data geofisika.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.