Serapan Beras Bulog Tembus 4,09 Juta Ton, Stok Beras RI Cetak Rekor Tertinggi 5,4 Juta Ton

AKURAT.CO Bulog mencatat serapan beras petani 4,09 juta ton, melampaui target 4 juta ton. Stok beras juga mencapai rekor 5,4 juta ton tahun ini.
Perum Bulog mencatat penyerapan beras dari petani telah mencapai 4,09 juta ton sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut telah melampaui target 4 juta ton yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto kepada Bulog.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian serapan tersebut menjadi salah satu indikator penguatan cadangan beras pemerintah. Menurutnya, realisasi serapan sudah melebihi 100% dari target yang diberikan pemerintah.
Baca Juga: Libatkan 868 Penggilingan, Bulog Bidik Penyaluran 300 Ribu Ton Beras Premium
"Untuk serapannya sendiri, sekarang sudah 4,09 juta ton dari target empat juta ton. Jadi kami sudah melewati 100% target yang diberikan pemerintah," kata Rizal dalam acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (8/10/2026).
Capaian tersebut juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, Bulog mencatat penyerapan beras dari petani mencapai 3,19 juta ton.
Dengan demikian, serapan beras Bulog tahun ini telah bertambah sekitar 900 ribu ton dibandingkan realisasi 2025. Peningkatan serapan tersebut turut memperkuat posisi stok beras yang dikuasai pemerintah.
Rizal mengatakan stok beras Bulog pada titik tertingginya tahun ini mencapai 5,4 juta ton. Menurut dia, jumlah tersebut menjadi stok beras tertinggi yang pernah dicatat Bulog sejak Indonesia merdeka. "Alhamdulillah di tahun ini, puncak stok Bulog ada 5,4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka," tegas Rizal.
Besarnya stok tersebut menjadi modal pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, terutama dalam menghadapi kebutuhan beras masyarakat. Bulog selama ini memiliki peran sebagai salah satu instrumen pemerintah dalam menyerap produksi petani sekaligus menjaga ketersediaan beras.
Serap Beras Petani dengan Harga Pemerintah
Di sisi lain, peningkatan serapan Bulog juga berkaitan dengan upaya pemerintah memberikan kepastian harga kepada petani. Rizal mengatakan Bulog menyerap beras petani mengikuti harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres), harga pembelian pemerintah (HPP) menjadi acuan Bulog dalam melakukan penyerapan hasil produksi petani. "Sesuai Inpres yang diberikan Bapak Presiden, Bulog menyerap harga gabah petani itu kondisi harganya adalah Rp6.500," ujar Rizal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar









