Swasembada Beras Tercapai Lebih Cepat dari Target, Pemerintah Tak Perlu Buka 3 Juta Ha Lahan Baru

AKURAT.CO Indonesia disebut telah mencapai swasembada beras tiga tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut dinilai mengubah rencana pemerintah untuk membuka lahan sawah baru hingga jutaan hektare.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, peningkatan produksi beras melalui optimalisasi lahan yang sudah tersedia membuat pemerintah tidak lagi membutuhkan rencana perluasan sawah dalam skala 2 juta-3 juta hektare.
"Program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian, Pak Amran Sulaiman, terus terang saja saya sebut namanya, itu sangat-sangat berhasil," ujar Hashim dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Hashim Sebut Indonesia Capai Swasembada Beras Tiga Tahun Lebih Cepat
Hashim mengatakan, pemerintah sebelumnya menargetkan swasembada beras pada 2029. Namun, target tersebut disebut telah tercapai lebih awal melalui program yang dijalankan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
"Seharusnya tahun 2029 Pak Prabowo kasih target ke Pak Amran, ternyata Kementerian Pertanian sudah bisa melaksanakan tiga tahun lebih awal," katanya.
Menurut Hashim, capaian produksi tersebut memiliki konsekuensi terhadap kebijakan perluasan lahan pertanian.
Pemerintah tidak lagi harus membuka sawah baru dalam skala jutaan hektare apabila kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi melalui peningkatan produktivitas dan optimalisasi lahan yang telah tersedia.
"Pemerintah sekarang tidak perlu lagi melaksanakan perluasan lahan sawah yang 2 juta hektare, 3 juta hektare yang diumumkan 2 tahun yang lalu, tidak perlu lagi," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi perkembangan penting karena peningkatan produksi pangan tidak harus selalu ditempuh melalui pembukaan lahan baru.
Dengan mengoptimalkan lahan yang ada, kebutuhan pangan dapat dipenuhi sekaligus menekan potensi dampak lingkungan akibat ekspansi lahan pertanian dalam skala besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 5Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 8Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar








