Akurat Logo

Mendag Tegaskan ART Perkuat Akses Pasar RI ke AS

Esha Tri Wahyuni | 8 Oktober 2026, 00:09 WIB
Mendag Tegaskan ART Perkuat Akses Pasar RI ke AS
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso

AKURAT.CO Pemerintah melihat masih ada ruang besar untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). 

Salah satu instrumen yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang tersebut adalah Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan timbal balik.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, ART dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kepastian perdagangan sekaligus meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia dan AS.

Baca Juga: Dari Penyediaan Art Supplies hingga Terjun ke Ekosistem: Kenapa MR.D.I.Y. Masuk ke Dunia Seni?

"Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan, sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Menurut Budi, hubungan perdagangan dan investasi yang kuat antara Indonesia dan AS memberikan peluang yang signifikan bagi pelaku usaha kedua negara. 

Karena itu, kerja sama perdagangan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan nilai transaksi, tetapi juga pada penguatan keterkaitan rantai pasok.

"Dalam hal ini, ART menjadi salah satu cara Indonesia mengoptimalkan peluang tersebut dengan AS melalui penguatan kepastian, peningkatan akses pasar dan keterkaitan rantai pasok," katanya.

Penguatan akses pasar menjadi penting seiring perubahan peta perdagangan global dan meningkatnya peran kawasan Indo-Pasifik dalam perekonomian dunia. 

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan perkembangan tersebut, baik sebagai pasar maupun basis produksi dan ekspor.

"Peningkatan peran Indo-Pasifik dalam ekonomi global telah menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai pasar utama serta hub strategis untuk produksi, investasi dan ekspor," jelas Budi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.