Akurat Logo

Kemendag Siapkan Branding untuk 500 UMKM, Seleksi Usai TEI 2026

Esha Tri Wahyuni | 6 Oktober 2026, 22:28 WIB
Kemendag Siapkan Branding untuk 500 UMKM, Seleksi Usai TEI 2026
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso

AKURAT.CO Kemendag menyiapkan fasilitas branding bagi sekitar 500 UMKM untuk memperkuat merek, kemasan, kualitas, dan akses pasar. Seleksi dilakukan usai TEI 2026.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan fasilitas branding bagi sekitar 500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat daya saing produk lokal. Program ini menyasar pelaku usaha yang membutuhkan penguatan merek, kemasan, hingga pengenalan produk agar lebih mudah diterima pasar.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, branding menjadi salah satu aspek penting bagi UMKM untuk meningkatkan nilai dan daya saing produk. Menurutnya, produk dengan kualitas yang baik perlu didukung identitas merek dan tampilan yang mampu menarik perhatian konsumen.

Baca Juga: Tokopedia dan TikTok Shop Jadi Platform Digital Pertama yang Tampilkan Produk Lokal Kurasi Kemendag Lewat #BeliLokal

"Nanti akan ada fasilitas branding, artinya produk Bapak-Ibu itu bagaimana supaya menjadi terkenal," ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Budi mengatakan fasilitas tersebut akan diluncurkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Setelah peluncuran program, Kemendag akan melakukan seleksi terhadap UMKM yang dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan fasilitas branding tersebut. "Setelah Trade Expo nanti akan diseleksi. Seingat saya hampir 500-an, 500 UMKM," katanya.

Program branding tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki tampilan produk. Kemendag juga mendorong penguatan aspek lain yang berkaitan dengan kemampuan UMKM dalam menghadapi persaingan, mulai dari standardisasi, kualitas produk, kemasan, hingga akses pasar.

Budi mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah dengan berbagai pihak untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing. Dengan penguatan tersebut, produk UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar ekspor.

"Kita sudah banyak bekerja sama dengan instansi yang mereka baik hati semua ya, membantu kita semua, membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing para UMKM sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Budi.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin mendorong produk UMKM memiliki identitas yang lebih kuat sehingga mampu bersaing ketika berhadapan dengan produk lain di pasar.

Selain memperkuat merek, pendampingan pada aspek standardisasi dan kualitas juga menjadi penting agar peningkatan daya tarik produk diikuti kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen dan pasar yang dituju.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.