Akurat Logo

Intervensi Sumur Berbuah Manis, Pertamina EP Ungkap Produksi BN-38 Bunyu Melonjak

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 6 Oktober 2026, 22:06 WIB
Intervensi Sumur Berbuah Manis, Pertamina EP Ungkap Produksi BN-38 Bunyu Melonjak
Lapangan bunyu milik Pertamina EP catatkan kenaikan produksi usai intervensi sumur

AKURAT.CO PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil mengoptimalkan produksi migas Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu menggunakan welll intervention atau intervensi sumur.

Keberhasilan well intervention pada sumur ini mencatatkan peningkatan produksi yang signifikan dari sekitar 8 barel menjadi 733 barel pada awal produksi setelah intervensi dilakukan. Tidak hanya minyak, produksi gas dari sumur tersebut menunjukkan peningkatan mencapai 0,52 juta standar kaki kubik gas (MMSCFD) dari target 0,10 MMSCFD.

Peningkatan produksi Sumur BN-38 merupakan hasil evaluasi komprehensif dengan pemutakhiran analisis data subsurface, termasuk data saturasi log, untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keberadaan dan potensi sisa hidrokarbon.

Baca Juga: PEPC Zona 12 Perkuat Digitalisasi JTB, AI hingga IoT Didorong untuk Optimalkan Operasi

“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat, termasuk penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air, serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air,” kata Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi sumur BN-38 menunjukkan bahwa interval J-72 masih menyimpan potensi hidrokarbon yang belum terproduksikan secara optimal sehingga PEP Bunyu Field melaksanakan pembukaan kembali interval J-72.

“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager Zona 10, Darmapala, menyampaikan bahwa Perusahaan terus menerapkan inovasi dan teknologi dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur-sumur migas sehingga dapat meningkatkan produktivitas, recovery rate, serta memperpanjang usia sumur.

“Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti. Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” ujar Darmapala.

Di tengah tantangan operasional lapangan-lapangan yang sudah mature, PEP Bunyu Field terus berupaya menjaga keberlanjutan produksi migas dari lapangan ini dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.