Menkop Ferry Ungkap Rencana Koperasi Ambil Kembali KB Bank

AKURAT.CO Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkap rencana induk-induk koperasi untuk mengambil alih kembali KB Bank, bank yang memiliki sejarah sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia atau Bukopin.
Ferry mengatakan rencana tersebut tengah disiapkan dan diharapkan terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, pemerintah belum mengungkap secara rinci skema transaksi yang akan digunakan.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan kita ambil alih lagi," kata Ferry dalam diskusi publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam di Jakarta, Senin (5/10/2026)
Baca Juga: Koperasi RI Mau Go Global, Kemenkop Soroti 3 Tantangan Utama
Pernyataan tersebut membuka kembali wacana mengenai kepemilikan bank yang sejak awal berdiri memiliki keterkaitan erat dengan gerakan koperasi Indonesia.
Ferry belum memerinci berapa besar saham yang akan dibeli oleh induk-induk koperasi. Ia juga belum menyebut koperasi mana yang akan menjadi pembeli, sumber pendanaan akuisisi, maupun kapan target pengambilalihan tersebut dilakukan.
Artinya, sejauh ini yang disampaikan pemerintah baru berupa rencana pengambilalihan kembali, sementara detail transaksi masih belum diumumkan.
Ferry menjelaskan, Bukopin pada awalnya didirikan oleh induk-induk koperasi untuk melayani kepentingan gerakan koperasi di Indonesia.
Bukopin didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia. Bank tersebut kemudian mulai beroperasi sebagai bank umum koperasi pada 1971.
Dalam perjalanannya, struktur kepemilikan Bukopin berubah. Pada 1993, status badan hukumnya berubah dari koperasi menjadi perseroan terbatas.
Perubahan tersebut turut diikuti dengan perubahan komposisi pemegang saham. Porsi kepemilikan induk-induk koperasi kemudian mengalami dilusi hingga semakin mengecil.
Baca Juga: Kemenkop Dorong Koperasi Penuhi Sertifikasi Internasional untuk Ekspor
"Karena dulu Bukopin didirikan oleh induk-induk koperasi, tapi dibiarkan terdelusi saham induk koperasi itu mengecil, tergantikan dan sekarang prioritas pemegang sahamnya dikuasai oleh Kookmin Korea," ujar Ferry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Aspirasi Buruh Berujung Solusi, DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
- 10Kode 'DPR Minta Kopi' Muncul di Sidang Korupsi Kuota Haji








