Akurat Logo

RI-China Kian Mesra, Luhut Soroti Isu Hilirisasi Rumput Laut

Esha Tri Wahyuni | 4 Oktober 2026, 15:46 WIB
RI-China Kian Mesra, Luhut Soroti Isu Hilirisasi Rumput Laut
Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan

AKURAT.CO Pemerintah mendorong hilirisasi rumput laut tidak berhenti pada pembangunan industri pengolahan, tetapi berkembang menjadi ekosistem berbasis teknologi, riset, dan inovasi. 

Kerja sama dengan China pun diarahkan tidak hanya untuk investasi, melainkan juga memperkuat kemampuan Indonesia mengembangkan produk bernilai tambah.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang besar, termasuk rumput laut. Potensi tersebut dinilai perlu diikuti dengan pengembangan industri pengolahan agar manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Baca Juga: Danantara Prioritaskan Hilirisasi Rumput Laut demi Ekonomi Berkelanjutan

“Kami ingin melihat hilirisasi rumput laut ini dilakukan dalam waktu dekat, tidak terlalu lama lagi,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Menurut Luhut, pengalaman Indonesia dalam mendorong hilirisasi nikel dapat menjadi pembelajaran untuk mengembangkan industri berbasis rumput laut. 

Hilirisasi membutuhkan investasi, teknologi, serta ekosistem industri yang memungkinkan komoditas tidak hanya dijual sebagai bahan mentah.

Dirinya menilai pengembangan industri rumput laut perlu diarahkan untuk menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. 

Dengan begitu, penguatan sektor kelautan tidak hanya meningkatkan produksi komoditas, tetapi juga menciptakan aktivitas industri dan pengetahuan di dalam negeri.

Dalam konteks tersebut, Luhut melihat kerja sama Indonesia dengan China memiliki peran penting. Investasi dan dukungan teknologi dari China selama sekitar satu dekade terakhir disebut telah mencapai lebih dari USD70 miliar.

Namun, Luhut menilai hubungan ekonomi kedua negara perlu memasuki tahap berikutnya. Kerja sama tidak cukup hanya menghasilkan pembangunan pabrik atau fasilitas produksi, tetapi juga harus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi dan menciptakan inovasi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.