The Grand South House Hadir di SCBD: Three Worlds, One House, Same Roots

AKURAT.CO Berawal dari penutupan tiba-tiba Stark Taproom di Elysee SCBD pada Oktober 2025, lahir sebuah destinasi sosial multi-experience terbaru di jantung Jakarta: The Grand South House.
Setelah hampir 6 tahun tumbuh bersama komunitas SCBD, antusiasme regular guest yang terus menanyakan kembalinya Taproom mendorong pencarian lokasi baru.
Pada November 2025, sebuah bangunan unik di SCBD ditemukan dan menjadi titik awal transformasi. Awalnya hanya direncanakan sebagai rumah baru Taproom, visi tersebut berkembang menjadi satu rumah yang menaungi tiga dunia berbeda yang saling melengkapi.
Baca Juga: Lanchlan Gibson Klaim Dapat Tindakan Arogan Oknum Polantas di SCBD, Polda Metro Minta Maaf
Terinspirasi dari film The Grand Budapest Hotel karya Wes Anderson, The Grand South House memaknai hospitality sebagai sebuah seni. Filosofi namanya menggambarkan identitasnya: “Grand” untuk spirit detail dan pelayanan, “South” sebagai akar di South Jakarta, dan “House” sebagai satu rumah dengan banyak karakter.
Di dalamnya terdapat tiga brand: The Lobby sebagai ruang yang tenang dan intimate untuk berbicara, Taproom 22 yang membawa akar Stark Taproom melalui sports, comfort food, dan local craft beer, serta ARC sebagai listening & dialogue room yang fokus pada musik, interaksi, dan kualitas suara.
Seluruh area menggunakan Funktion-One sound system dan bangunan pastel pink yang ikonik di tengah SCBD. The Grand South House pada dasarnya adalah destinasi sosial multi-experience di SCBD yang menggabungkan music, sports, lifestyle, dan community dalam satu ekosistem yang terdiri dari The Lobby, Taproom 22, dan ARC.
CEO The Grand South House, Ang, menjelaskan bahwa diferensiasi bukan hanya soal visual. “Setiap ruangan harus punya alasan untuk ada. Kami ingin The Grand South House dikenal sebagai warna baru di industri F&B dan lifestyle Jakarta dengan identitas yang kuat dan experience yang konsisten,” ujar Ang.
Menu andalan tetap mengusung nostalgia, seperti Taproom Platter untuk sharing saat nobar, hingga menu baru seperti Nasi Goreng Combrang, Crispy Mala Chicken, dan dessert signature Mendl’s Choux yang terinspirasi langsung dari film tersebut. Untuk minuman, local craft beer dengan penyajian growler, cocktail Lobby Boy dan Full Tank 1L, serta mocktail Berry Punch menjadi favorit.
Dari sisi market, The Grand South House menyasar ekosistem SCBD yang luas, mulai dari pekerja kantoran, komunitas sports enthusiasts, music heads, hingga young families dengan fasilitas kids-friendly.
Maya, Marketing The Grand South House menambahkan bahwa manajemen ingin tempat ini relevan untuk banyak kebutuhan, dari lunch dan meeting, after office, nobar bersama komunitas, sampai weekend bersama keluarga. Saat ini The Grand South House masih dalam fase pre-opening dengan fokus membangun fondasi tim, kultur kerja, dan sistem yang solid untuk memberikan experience terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 3Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 5Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 6Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat



