Kementerian ESDM Tindak Lanjuti Masalah Listrik hingga Pemetaan Wilayah Rawan Bencana di Nagekeo

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah tindak lanjut setelah melakukan peninjauan dan menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekadar informasi, Kementerian ESDM melakukan bakti sosial dalam rangka Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Kabupaten Nagekeo NTT, pada 30 September hingga 2 Oktober 2026. Sasarannya sekitar 5.000 warga, dengan bantuan mulai dari kebutuhan pokok dan layanan kesehatan hingga listrik dan air bersih.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM, Rudy Sufahriadi mengatakan, sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, mulai dari kebutuhan rumah sakit hingga distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Bupati Nagekeo Ungkap 15 Desa Belum Teraliri Listrik, Staf Bahlil Bakal Lapor ke Ditjen Gatrik
Rudy mengatakan, salah satu aspirasi datang dari pihak rumah sakit terkait keberadaan tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di sekitar fasilitas kesehatan tersebut.
"Pertama, permintaan dari kepala rumah sakit kepada saya bahwa ada tiang SUTET di rumah sakit itu. Nanti saya akan komunikasi sama Dirut PLN, saya akan komunikasi bagaimana tindak lanjutnya, apa yang terbaik buat rumah sakit itu," kata Rudy selepas agenda Bantuan Sosial Kesehatan dan Trauma Healing dari Kementerian ESDM di Nagekeo, Kamis (1/10/2026).
Selain persoalan kelistrikan, Rudy juga menyoroti antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM yang masih terjadi di wilayah Nagekeo.
Menurutnya, persoalan tersebut akan dikomunikasikan dengan BPH Migas agar antrean BBM dapat dikurangi. Langkah ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. "Yang kedua, terlihat antrian BBM banyak. Sudah saya sampaikan ke BPH Migas. Sudah komunikasi sama beliau,” ujarnya.
Pemetaan Wilayah Rawan Bencana
Selain kebutuhan pascabencana, Kementerian ESDM juga menyiapkan rekomendasi terkait wilayah yang memiliki risiko bencana di Nagekeo.
Staf Khusus Menteri ESDM ini menyampaikan, Badan Geologi akan dilibatkan untuk memetakan wilayah yang rawan bencana, termasuk lokasi yang perlu direlokasi maupun kawasan yang relatif aman untuk pengembangan permukiman.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam menentukan langkah penataan wilayah setelah bencana. "Nanti akan diberikan masukan ke Pak Bupati dalam waktu dekat, tim sudah berangkat," tutur Rudy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








