Akurat Logo

Kapal Listrik PIS Bikin Nelayan Kelan Lebih Hemat, Pendapatan Ecotrip Ikut Tumbuh

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 25 September 2026, 13:17 WIB
Kapal Listrik PIS Bikin Nelayan Kelan Lebih Hemat, Pendapatan Ecotrip Ikut Tumbuh
Kapal listrik produksi Pertamina International Shipping

AKURAT.CO PT Pertamina International Shipping (PIS) mendorong pemanfaatan energi bersih untuk aktivitas ekonomi masyarakat pesisir melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Keluarga Nelayan Lestari (KENALI) di Desa Kelan, Bali.

Program tersebut salah satunya menghadirkan 5 mesin kapal listrik yang didukung 10 baterai dan stasiun pengisian berbasis tenaga surya. Fasilitas tersebut memanfaatkan panel surya berkapasitas 8,72 kWp yang dipasang pada ruang serbaguna Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Baca Juga: PIS Bantu Nelayan Desa Kelan Pangkas Biaya Operasional dari Rp600 Ribu Jadi Rp200 Ribu

“PIS meyakini bahwa masa depan masyarakat pesisir dan kesehatan ekosistem laut saling berkaitan. Melalui akses energi yang lebih bersih dan pemberdayaan yang berkelanjutan, kami ingin mendukung masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi sumber penghidupan mereka,” kata Vega, Kamis (24/9/2026).

Menurut PIS, pemanfaatan energi bersih melalui kapal listrik menjadi bagian dari upaya membangun aktivitas ekonomi pesisir yang lebih efisien sekaligus berkelanjutan. Program KENALI dikembangkan dengan menggabungkan pemanfaatan energi surya, elektrifikasi kapal, pengelolaan lingkungan, wisata berbasis konservasi, serta penguatan usaha keluarga nelayan.

Berdampak Bagi Nelayan

Dampak dari program ini turut melahirkan peluang ekonomi berbasis konservasi melalui pengembangan wisata susur mangrove atau mangrove ecotrip.

Kawasan mangrove Desa Kelan yang menjadi habitat berbagai jenis burung sebelumnya sulit dimanfaatkan sebagai destinasi wisata karena suara mesin kapal konvensional berpotensi mengganggu ekosistem.

Kini, dengan kapal listrik yang beroperasi lebih senyap, nelayan dapat membawa wisatawan menyusuri kawasan mangrove tanpa mengganggu habitat satwa. Selain memperkenalkan kekayaan ekosistem pesisir kepada masyarakat luas, aktivitas ini juga memberikan tambahan pendapatan bagi nelayan hingga Rp350.000 per perjalanan.

“Selain mendapat tambahan penghasilan dari ecotrip, biaya operasional kami juga jauh lebih hemat. Dulu pengeluaran untuk bahan bakar bisa mencapai Rp600.000 per bulan, sekarang sekitar Rp200.000 saja sebagai cadangan,” ujar I Wayan Wirtha, anggota KUB Tanjung Sari.

Dorong Ekonomi Keluarga Nelayan

Program KENALI tidak hanya menyasar aktivitas melaut, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga nelayan. PIS melibatkan istri dan anak nelayan melalui pelatihan literasi keuangan serta pendampingan usaha.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.