Akurat Logo

Pemerintah Benahi Tekstil: Bahan Baku Dipermudah, Ballpress Ditertibkan

Esha Tri Wahyuni | 23 September 2026, 09:14 WIB
Pemerintah Benahi Tekstil: Bahan Baku Dipermudah, Ballpress Ditertibkan
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan pembenahan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dari sisi hulu hingga hilir. 

Bahan baku industri akan didorong lebih mudah masuk, sementara peredaran pakaian impor ilegal atau ballpress yang dinilai mengganggu industri dalam negeri akan diperketat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, langkah tersebut diperlukan karena struktur industri TPT Indonesia masih menghadapi persoalan berbeda antara sektor hulu dan hilir.

Baca Juga: Prabowo Minta Ratifikasi IEU-CEPA Segera Rampung, Paling Telat Akhir 2026

Industri tekstil dan bahan baku masih bergantung pada impor, sedangkan industri pakaian jadi justru memiliki kinerja ekspor yang lebih kuat.

"Tekstil Produk Tekstil ini, khususnya di tekstil itu terdiri dari hulu, antara, dan hilir. Sumbangan terhadap PDB itu sekitar mendekati 1 persen, 0,97 persen. Kemudian tenaga kerjanya di sektor Tekstil Produk Tekstil itu sekitar 4 juta orang. Dan ekspornya itu sekitar 12 miliar dolar. Kemudian ini menjadi salah satu sektor padat yang strategis," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Menurut Airlangga, tingkat utilisasi pabrik tekstil saat ini berada di sekitar 75%. Angka tersebut menunjukkan masih terdapat kapasitas produksi yang dapat dimanfaatkan industri.

Karena itu, pemerintah melihat industri TPT masih memiliki ruang untuk melakukan ekspansi maupun investasi kembali. Pemerintah juga menilai industri tekstil belum masuk kategori industri yang harus ditinggalkan.

"Tadi juga disampaikan Bapak Presiden bahwa industri tekstil bukan industri yang dikategorikan sunset. Sehingga ini bisa mendorong untuk reinvestasi maupun penambahan daripada modal kerja," kata Airlangga.

Hulu Masih Bergantung Impor

Di balik potensi tersebut, struktur perdagangan TPT Indonesia menunjukkan ketergantungan yang berbeda antara sektor hulu dan hilir.

Airlangga menyebut sektor tekstil, terutama bahan baku, masih mencatat posisi net importer. Nilai impornya sekitar USD8,4 miliar, sedangkan ekspornya sekitar USD3,1 miliar.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.