Pasar Domestik Dominan, Penjualan ANTAM Capai Rp62,71 Triliun Semester I-2026

AKURAT.CO PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat pertumbuhan kinerja penjualan pada semester I-2026 di tengah dinamika industri pertambangan dan fluktuasi harga komoditas.
ANTAM membukukan penjualan bersih sebesar Rp62,71 triliun pada semester I-2026, tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp59,02 triliun.
Pasar domestik menjadi kontributor utama dengan nilai penjualan mencapai Rp60,15 triliun atau sekitar 96% dari total penjualan perseroan. Penguatan pasar dalam negeri terutama ditopang oleh produk emas, bijih nikel, serta bijih bauksit.
Baca Juga: Laba ANTAM Tembus Rp6,91 Triliun, Naik 34% di Semester I-2026
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto mengatakan, capaian tersebut mencerminkan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi perseroan dalam menjaga keunggulan operasional.
“Capaian kinerja operasional ANTAM pada 1H26 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi Perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan”, kata Untung dikutip dari laman resmi ANTM, Senin (31/8/2026).
Dari sisi komoditas, emas masih menjadi sumber utama pendapatan ANTAM dengan kontribusi sekitar 80% terhadap total penjualan. Penjualan emas mencapai Rp50,39 triliun, naik 1% dibandingkan Rp49,68 triliun pada semester I-2025.
Volume penjualan emas juga meningkat menjadi 18.080 kilogram atau sekitar 581.286 troy ounce. Sementara itu, produksi emas dari tambang ANTAM tercatat sebesar 433 kilogram atau 13.921 troy ounce.
ANTAM juga memperkuat pengelolaan persediaan emas dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar, strategi pengadaan dan penetapan harga, serta efisiensi penggunaan modal kerja.
Sementara itu, penjualan feronikel dan bijih nikel mencapai Rp10,41 triliun atau sekitar 17% dari total penjualan, tumbuh 32% dibandingkan Rp7,87 triliun pada semester I-2025.
Produksi bijih nikel ANTAM mencapai 7,78 juta wet metric ton (wmt), sedangkan volume penjualan tercatat 6,77 juta wmt. Untuk feronikel, produksi mencapai 7.788 ton nikel (TNi), dengan penjualan meningkat 32% menjadi 7.605 TNi dari 5.763 TNi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada segmen bauksit dan alumina. Penjualan segmen tersebut mencapai Rp1,88 triliun, naik 28% dibandingkan Rp1,46 triliun pada semester I-2025.
Produksi bauksit tercatat sebesar 1,28 juta wmt dengan penjualan mencapai 1,26 juta wmt, meningkat 24% dibandingkan 1,01 juta wmt pada semester I-2025.
Sementara itu, produksi alumina dari fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) mencapai 100.257 ton, tumbuh 12% dari 89.385 ton. Penjualan alumina juga meningkat 10% menjadi 100.437 ton dari 91.109 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








