PHE Bidik Asri Basin Jadi Hub CCS Regional Asia Tenggara

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus mendorong pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di Indonesia untuk memperkuat peran Indonesia dalam membangun jaringan CCS lintas negara (regional).
Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Danusaputro mengatakan, Indonesia memiliki peluang strategis menjadi penggerak konektivitas CCS regional dengan memanfaatkan potensi geologi, kedekatan dengan negara-negara di kawasan, serta pengembangan infrastruktur bersama.
Salah satu peluang tersebut terdapat di Asri Basin yang memiliki potensi penyimpanan karbon dan dapat dikembangkan sebagai CCS hub untuk mengonsolidasikan volume CO₂ dari sumber domestik maupun regional.
Baca Juga: PHE Rampungkan Survei Seismik 3D Selat Makassar, Buka Peluang Blok Migas Baru
“Indonesia dapat menjadi jangkar bagi terbentuknya jaringan CCS regional. Pengembangan dalam skala regional dapat dimulai dari satu proyek jangkar, yang kemudian berkembang melalui pemanfaatan infrastruktur bersama,” kata Dannif dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026)
Dannif menjelaskan, percepatan CCS lintas negara membutuhkan penyelarasan regulasi, kepastian permintaan dan skema komersial, integrasi seluruh rantai nilai, serta kepercayaan terhadap aspek keselamatan.
Penyelarasan tersebut mencakup perizinan, penghitungan CO₂, Monitoring, Reporting and Verification (MRV), akses data, dan tanggung jawab jangka panjang.
“Seluruh rantai nilai harus direncanakan secara terintegrasi, mulai dari penangkapan, pengangkutan, terminal, jaringan pipa, hingga penyimpanan CO₂,” ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan tersebut, PHE menjalankan pengembangan teknis, kerangka pendukung, serta pasar dan ekosistem CCS secara paralel.
Dari sisi teknis, PHE mengintegrasikan desain sistem pengangkutan CO₂, terminal, jaringan pipa, sumur, dan fasilitas penyimpanan serta penyusunan lingkup kerja yang siap memasuki tahap FEED, pelaksanaan HAZID, kajian geomekanika, serta perencanaan Monitoring, Measurement, and Verification (MMV).
PHE juga menyelaraskan struktur komersial dengan regulasi CCS Indonesia, mendukung kerja sama antarpemerintah terkait MRV dan pertukaran data, serta memperluas kolaborasi dengan industri penghasil emisi CO₂, penyedia jasa, sektor pelayaran, rekayasa, dan pemodal strategis.
Ke depan, PHE akan melanjutkan sejumlah langkah kunci, mulai dari penyelesaian kerangka bilateral dan komitmen dari para industri penghasil emisi CO₂, appraisal dan FEED, hingga keputusan investasi dan peningkatan skala menuju jaringan CCS regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









