Akurat Logo

PLTS 1 MW per Desa Mulai Jalan, Pertamina Buka Akses Listrik

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 25 Agustus 2026, 19:20 WIB
PLTS 1 MW per Desa Mulai Jalan, Pertamina Buka Akses Listrik
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia - Dok. ESDM

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1 megawatt (MW) per desa yang merupakan bagian dari PLTS 100 GW sudah mulai direalisasikan.

Bahlil menyebut, PT Pertamina (Persero) telah mengimplementasikan PLTS 1 MW di salah satu kabupaten di wilayah Sumatra. Proyek tersebut menyasar desa yang sebelumnya belum memiliki akses listrik.

"kami juga laporkan bahwa untuk PLTS di beberapa tempat Bapak, yang Bapak memerintahkan kami yang 1 megawatt per desa. Itu sudah dilakukan oleh Pertamina,”kata Bahlil dalam groundbreaking PLTS 100 GW di Bali yang disiarkan langsung chanel Youtube Kementerian ESDM, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga: Ade Ginandjar Apresiasi Bahlil Perkuat Kinerja Fraksi Golkar di DPR RI

Bahlil mengatakan, sebelum proyek tersebut dibangun, desa tersebut sama sekali belum mendapatkan pasokan listrik.

Setelah PLTS beroperasi, masyarakat mulai mendapatkan akses listrik sekaligus memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan ekonomi.

"Sekarang sudah dilakukan 1 megawatt, dan itu mereka sudah bisa bikin storage, perikanan mereka sudah jalan, masyarakat mereka juga sudah mendapatkan listrik," ujarnya.

Selain pembangunan PLTS di desa, Bahlil mengungkapkan, PT PLN (Persero) juga telah menjalankan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit dengan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di Provinsi Bangka Belitung.

Menurutnya, pembangkit tersebut mulai memanfaatkan energi angin dan matahari sebagai bagian dari bauran energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap solar.

Baca Juga: Menteri Bahlil Ungkap Tender PLTS 30 GW Dimulai Tahun Ini

"PLN sudah membangun atau mengkonversi, PLTD menjadi tenaga yang energi yang bauran, ada angin, ada juga matahari. Ini sudah dikonversi. Dan ini mampu menghemat APBN kita dari subsidi solar,” tutur Bahlil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.