Produksi Gas JTB Tembus 298 MMSCFD, Lampaui Target 2026

AKURAT.CO PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mencatatkan Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur berhasil produksi raw gas mencapai 298,24 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Angka tersebut sekitar 4% di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan sekitar 9% di atas target Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang disepakati bersama pemerintah melalui SKK Migas.
General Manager Zona 12 PEPC JTB, Afwan Daroni mengatakan, keandalan fasilitas produksi menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesinambungan pasokan gas JTB.
Baca Juga: Pertamina EP Komersialkan Gas Lapangan Sengeti, Nilai Kontrak Capai Rp1,6 Triliun
“Kami berkomitmen menjaga keandalan plant agar dapat terus memenuhi kebutuhan energi, khususnya bagi masyarakat dan industri di wilayah Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Namun demikian, aspek HSSE tetap menjadi prioritas utama kami dalam setiap tahapan operasi,” kata Afwan di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Kontribusi JTB semakin strategis karena gas yang diproduksi saat ini mampu memasok hingga 65% kebutuhan gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah Sales Operation Region (SOR) III.
Pasokan tersebut mendukung kebutuhan energi di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur dan Jawa Tengah serta wilayah lainnya yang menjadi cakupan pelayanan SOR III.
Dari sisi penyaluran, kinerja Gas Sales Metering juga menunjukkan capaian positif. Realisasi Gas Sales saat ini mencapai 176,95 MMSCFD, atau sekitar 5% di atas target RKAP dan 9% di atas target WP&B 2026.
Sementara itu, realisasi penyaluran secara Month-to-Date (MTD) mencapai 176,92 MMSCFD dan secara Year-to-Date (YTD) sebesar 151,55 MMSCFD, yang juga tercatat berada di atas target yang telah ditetapkan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa keandalan JTB tidak hanya tercermin dari kemampuan menjaga tingkat produksi, tetapi juga dari kemampuan menyalurkan gas secara optimal dan berkesinambungan kepada para offtaker atau pembeli gas.
Selain memenuhi kebutuhan gas untuk sektor industri, pemanfaatan gas JTB terus diperluas ke berbagai sektor strategis. Dalam waktu dekat, JTB dipersiapkan untuk menyuplai sekitar 3,5 MMSCFD gas sebagai bahan baku gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG).
Pemanfaatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemanfaatan gas, khususnya ke wilayah yang belum terhubung dengan jaringan pipa transmisi gas.
Kontribusi JTB terhadap ketahanan pangan juga telah diwujudkan melalui pasokan gas kepada PT Petrokimia Gresik (PKG). Sekitar 15 MMSCFD gas JTB dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk, yang secara tidak langsung mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Selain itu, sekitar 0,15 MMSCFD gas JTB dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jaringan gas rumah tangga bagi ribuan pelanggan di Lamongan, Jawa Timur.
Sementara itu, sekitar 1,3 MMSCFD gas JTB turut dimanfaatkan untuk mendukung sektor transportasi melalui penyediaan Bahan Bakar Gas (BBG) di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









