Geopolitik Tekan Rantai Pasok Pelumas, Pertamina Lubricants Andalkan Kilang Domestik

AKURAT.CO PT Pertamina Lubricants menyatakan dinamika geopolitik global turut memengaruhi rantai pasok bahan baku industri pelumas. Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu kelancaran produksi perseroan.
Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi mengatakan, dampak geopolitik terutama terasa pada aspek ketersediaan bahan baku. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya dihadapi Pertamina Lubricants, tetapi juga industri pelumas secara keseluruhan.
“Ya, geopolitik itu basically mempengaruhi pada pasokan bahan baku. Dan itu tidak hanya ke Pertamina, tapi industri pelumas secara keseluruhan,” kata Rika di Plumpang, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga: EV dan Hybrid Tumbuh, Pertamina Lubricants Siapkan Pelumas untuk Komponen Kendaraan Listrik
Meski demikian, Rika mengatakan Pertamina Lubricants memiliki keunggulan dari sisi sumber bahan baku karena sebagian besar kebutuhan perseroan berasal dari produksi kilang Pertamina di dalam negeri.
Sebab, bahan baku tersebut antara lain dipasok dari Refinery Unit (RU) 2 Dumai dan RU 4 Cilacap.
“Namun yang bisa kami sampaikan,bahwa Pertamina itu produknya, bahan bakunya itu sebagian besar itu diproduksi di kilang Pertamina sendiri, yaitu di dalam negeri, yaitu oleh kilang RU 2 Dumai dan juga kilang RU 4 Cilacap,” ujarnya.
Dengan dukungan pasokan domestik tersebut, Pertamina Lubricants masih mampu mengamankan kebutuhan bahan baku meskipun kondisi geopolitik global berpotensi mengganggu rantai pasok.
“Apakah mempengaruhi? Ya, tetapi kami masih bisa mengamankan pasokan itu,” tutur Rika.
Sekadar informasi, Pertamina Lubricants mengoperasikan 3 unit produksi di Gresik, Cilacap, dan Jakarta serta 1 unit produksi di Thailand.
Unit Produksi Jakarta atau Production Unit Jakarta (PUJ) merupakan salah satu fasilitas produksi utama PT Pertamina Lubricants yang telah beroperasi sejak 1957.
PUJ dikembangkan sebagai pabrik pelumas terintegrasi dengan dukungan teknologi modern, sistem fully automated, serta standar produksi berkelas dunia. Fasilitas ini memproduksi beragam produk, mulai dari pelumas, grease, specialty products, hingga base oil.
Dari sisi kapasitas produksi, PUJ memiliki tiga fasilitas utama. Lube Oil Blending (LOB) Plant memiliki kapasitas produksi mencapai 270 juta liter per tahun.
Sementara itu, Visco Modifier (VM) Plant memiliki kapasitas produksi sebesar 14 juta liter per tahun. Adapun Grease Plant mampu memproduksi hingga 8.000 metrik ton per tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








