Proyek MRT Jakarta Timur-Barat Mulai Lelang, Target Operasi 2031

AKURAT.CO Proyek MRT Jakarta lintas Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria, Bekasi, hingga Tomang, Jakarta Barat, mulai memasuki tahapan lelang sejumlah paket pekerjaan konstruksi.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), Farchad Mahfud mengatakan proses bidding saat ini tengah berlangsung untuk beberapa paket pekerjaan dalam proyek tersebut.
"Saat ini kita sedang membangun jalur Timur-Barat, Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan," kata Farchad dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Ruang Publik Blok A Diubah, MRT Jakarta Kejar Ridership
Pembangunan lintas Timur-Barat tersebut dilakukan secara paralel dengan proyek perpanjangan MRT lintas Utara-Selatan menuju Kota.
Salah satu pekerjaan yang disiapkan dalam proyek lintas Timur-Barat adalah pembangunan segmen bawah tanah. Jalur underground tersebut akan membentang dari kawasan perempatan Bank Indonesia, Thamrin-Kebon Sirih, menuju kawasan Kwitang-Senen.
Selain jalur, MRT Jakarta juga menyiapkan pembangunan depo di wilayah Jakarta bagian timur untuk mendukung operasional lintas Timur-Barat.
Secara keseluruhan, lintas Timur-Barat direncanakan memiliki sejumlah stasiun yang membentang dari wilayah Jakarta Barat hingga Bekasi. Rutenya antara lain Kembangan, Batu Mulia, Teknologi, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Arjuna Selatan, Tomang, Grogol, Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang.
Kemudian Senen, Galur, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Pakulonan Timur, Perintis, Pulogadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, hingga Medan Satria.
MRT Jakarta menargetkan lintas Timur-Barat dapat mulai beroperasi pada 2031.
Kehadiran jalur tersebut diharapkan memperluas konektivitas transportasi massal dari wilayah timur Jakarta dan Bekasi menuju kawasan pusat hingga Jakarta Barat.
Sementara itu, pembangunan perpanjangan lintas Utara-Selatan menuju Kota telah mencapai sekitar 63 persen. Rute tersebut ditargetkan mulai melayani penumpang hingga Kota pada 2029.
Pengembangan jaringan MRT dilakukan ketika jumlah pengguna MRT Jakarta terus meningkat sejak layanan pertama beroperasi pada 2019.
Saat ini jumlah pengguna MRT Jakarta telah mencapai sekitar 135.000 penumpang per hari, naik hampir dua kali lipat dibandingkan sekitar 70.000 penumpang per hari pada awal pengoperasian.
Dari sisi operasional, tingkat ketepatan waktu atau on-time performance MRT Jakarta juga tercatat mencapai 99,9%.
Baca Juga: MRT Jakarta Gandeng Visa, Naik Kereta Kini Tinggal Tap
Selain mengembangkan jaringan, MRT Jakarta juga menyiapkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing dalam pengembangan kawasan.
Skema tersebut diarahkan agar pengembangan transportasi dan kawasan tidak sepenuhnya bergantung pada pendanaan dari fiskal daerah maupun negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan
- 10KPK Dalami Setoran Berjenjang dari Kantor Pertanahan hingga Pejabat Kementerian ATR/BPN









