Bahlil Tegaskan Baterai NMC Masih Unggul, Pemerintah Siapkan Strategi Dukung Ekosistem

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan baterai berbasis nikel atau Nickel Manganese Cobalt (NMC) masih menjadi pilihan utama untuk kendaraan listrik di Tanah Air.
Bahlil menjelaskan, baterai berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP) memang memiliki keunggulan dari sisi harga dan lebih cocok digunakan untuk kendaraan dengan kebutuhan mobilitas jarak pendek.
Sementara itu, baterai NMC dinilai lebih unggul untuk kendaraan yang memerlukan daya jelajah lebih panjang.
Baca Juga: Bahlil Lapor Presiden: Pabrik Baterai CATL Siap Berproduksi, 1.400 Desa Kini Dialiri Listrik
"Gini, kalau yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya. Tapi kalau yang jarak panjang itu nikel masih lebih paten," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).
Ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa baterai LFP akan sepenuhnya menggantikan NMC hanya karena harganya lebih murah.
Menurutnya, setiap teknologi memiliki segmen pasar dan karakteristik penggunaan yang berbeda.
"Jadi jangan ada yang mengatakan bahwa ‘oh ini LFP lebih murah’. Lebih murah ya namanya barang pendek ya murahlah. Kalau barang bagus mana ada yang murah?," ujarnya.
Bahlil menegaskan dirinya telah mengikuti pengembangan industri kendaraan listrik sejak masih menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh rantai pasok industri baterai kendaraan listrik dapat berkembang di dalam negeri.
Saat ditanya apakah akan ada pengaturan maupun insentif bagi kendaraan listrik yang menggunakan baterai NMC, Bahlil mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut.
"Ke depan akan ke sana. Bagian salah satu strateginya. Tenang, kita kan ada formulasinya nanti," tutur Bahlil.
Apa Perbedaan NMC dan LFP?
Nickel Manganese Cobalt atau NMC merupakan salah satu jenis baterai lithium-ion yang menggunakan kombinasi nikel, mangan, dan kobalt sebagai material katoda.
Komposisi tersebut memungkinkan baterai memiliki kepadatan energi yang tinggi, sehingga mampu menyimpan energi lebih besar dengan ukuran yang relatif sama. Karena itu, baterai NMC umumnya digunakan pada kendaraan listrik yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.
Sementara itu, Lithium Iron Phosphate (LFP) adalah baterai lithium-ion yang memanfaatkan lithium iron phosphate sebagai material katoda. Baterai ini bekerja dengan memindahkan ion lithium antara anoda dan katoda selama proses pengisian maupun pelepasan energi.
Berkat struktur kimianya yang lebih stabil, baterai LFP dikenal memiliki tingkat keamanan dan daya tahan yang baik, sehingga semakin banyak digunakan pada kendaraan listrik modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








