ASDP Kebut Pengembangan Long Distance Ferry Jawa–NTT untuk Perkuat Logistik

AKURAT.CO PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait dengan percepatan pengembangan lintasan Long Distance Ferry (LDF) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan NTT.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan bahwa pengembangan Long Distance Ferry bukan sekadar membuka lintasan baru.
Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan) sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Baca Juga: ASDP Kembali Operasikan Penyeberangan Perintis di NTT
"Layanan penyeberangan harus mampu memperlancar distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses pasar, menjaga rantai pasok, sekaligus membuka peluang ekonomi baru," kata Heru dalam keterangannya, dikutip Rabu (29/7/2026).
pengembangan Long Distance Ferry diharapkan menjadi simpul logistik yang memperkuat konektivitas kawasan timur Indonesia dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Dalam audiensi tersebut, ASDP memaparkan hasil kajian awal pengembangan lintasan Long Distance Ferry yang menghubungkan Surabaya dengan Lembata dan Belu.
Kajian awal menunjukkan NTT memiliki prospek yang menjanjikan, didukung pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, tingginya kebutuhan distribusi barang dari Pulau Jawa.
Lalu potensi komoditas unggulan seperti peternakan, perikanan, rumput laut, garam, dan hasil perkebunan yang dapat menjadi muatan balik menuju Jawa.
Pola tersebut diyakini berpotensi membentuk ekosistem logistik dua arah yang lebih efisien sekaligus mengurangi perjalanan kapal tanpa muatan.
Selain memangkas waktu dan biaya distribusi melalui layanan Ro-Ro langsung tanpa alih muat, pengembangan lintasan ini juga diharapkan mampu menghadirkan kepastian jadwal pengiriman, menekan risiko kerusakan barang, serta memperkuat rantai pasok antarwilayah.
Keberhasilan pengembangannya sangat ditentukan oleh sinergi pemerintah daerah, operator layanan, dan pelaku usaha dalam membangun komitmen muatan yang berkelanjutan sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara optimal.
Sejalan dengan itu, seluruh pihak juga sepakat bahwa pengembangan lintasan Long Distance Ferry masih memerlukan kajian lanjutan yang lebih komprehensif.
Berbagai masukan dari para kepala daerah dalam audiensi akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kajian, mencakup aspek kelayakan operasional, kesiapan ekosistem logistik, potensi muatan, hingga keberlanjutan layanan.
Kajian lanjutan tersebut akan dipercepat sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat sebelum implementasi dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








