PLN EPI Gandeng Perusahaan Singapura, Jajaki Rantai Pasok Hidrogen Hijau ke Singapura

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan eFUELS SEA Pte. Ltd, perusahaan asal Singapura menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menjajaki pengembangan rantai pasok hidrogen hijau lintas batas dari Indonesia ke Singapura.
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah strategis PLN EPI untuk memperkuat pengembangan ekosistem hidrogen hijau Indonesia sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok energi bersih lintas negara.
"Bersama eFUELS SEA, kami ingin mengkaji potensi tersebut secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi, infrastruktur, logistik, hingga model bisnis, sehingga dapat membangun rantai pasok hidrogen hijau yang kompetitif dan berkelanjutan bagi pasar regional," kata Hokkop dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan untuk PLN
Hokkop menambahkan, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam memperluas pengembangan energi primer rendah karbon sebagai pendukung transisi energi nasional.
Sebagai subholding PT PLN (Persero), PLN EPI bertanggung jawab atas penyediaan energi primer, mulai dari batu bara, BBM dan gas bumi, bioenergi, hingga pengembangan energi primer rendah karbon untuk mendukung transformasi sektor energi nasional.
“Kami percaya kolaborasi lintas negara akan menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions sekaligus menciptakan nilai tambah dari potensi energi terbarukan Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, eFUELS SEA Pte. Ltd. merupakan perusahaan platform teknologi dan pengembang proyek eFuels regional yang berfokus pada produksi bahan bakar sintetis beremisi karbon sangat rendah.
eFuels yang dikembangkan perusahaan merupakan drop-in fuels, yaitu bahan bakar sintetis yang dapat langsung digunakan pada mesin dan infrastruktur transportasi yang telah ada tanpa memerlukan modifikasi, sehingga menjadi solusi dekarbonisasi bagi sektor-sektor yang sulit dikurangi emisinya, seperti penerbangan, pelayaran, dan petrokimia.
Chief Executive Officer and Director eFUELS SEA Pte. Ltd., David Wang mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat produksi hidrogen hijau di kawasan berkat ketersediaan sumber energi terbarukan yang melimpah.
"Melalui kerja sama dengan PLN EPI, kami berharap dapat mengombinasikan potensi energi terbarukan Indonesia dengan pengalaman eFUELS SEA dalam pengembangan proyek dan teknologi eFuels untuk menghadirkan solusi dekarbonisasi yang dapat diterapkan secara komersial," tutur David Wang.
Melalui Nota Kesepahaman ini, kedua belah pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan rantai pasok hidrogen hijau dari Indonesia ke Singapura.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyusunan kajian, capacity building, benchmarking, evaluasi infrastruktur produksi, transportasi, penyimpanan, dan distribusi hidrogen hijau, penyusunan kerangka kerja komersial, pertukaran informasi teknis dan regulasi, hingga eksplorasi penelitian dan proyek percontohan pengembangan hidrogen hijau dan eFuels.
Selain itu, kedua perusahaan juga akan mengevaluasi potensi pengembangan sumber listrik berbasis energi terbarukan beserta aspek keterlacakan dan keberlanjutannya guna mendukung pasokan hidrogen hijau jangka panjang bagi pasar regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









