FORE Cetak Laba Rp56,5 Miliar di Semester I-2026, Kian Agresif Buka Gerai di Jabodetabek

AKURAT.CO Di tengah persaingan sengit industri kopi kekinian, PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) berhasil mempertahankan tren profitabilitas dengan membukukan laba bersih Rp56,49 miliar pada semester I-2026 atau periode yang berakhir 30 Juni 2026.
Capaian tersebut meningkat sekitar 34,4% dibandingkan laba bersih semester I-2025 sebesar Rp42,03 miliar. Dengan hasil itu, pertanyaan yang sempat muncul di kalangan pecinta kopi mengenai apakah ekspansi agresif Fore akan menggerus keuntungan akhirnya terjawab.
Perusahaan justru mampu memperbesar laba di tengah ekspansi jaringan gerai yang terus berlangsung. Lonjakan laba ditopang oleh pertumbuhan penjualan yang sangat kuat.
Baca Juga: Rapikan Struktur Bisnis, FORE Alih Sewa Aset Antar Anak Usaha
Selama 6 bulan pertama 2026, penjualan bersih Fore mencapai Rp1,005 triliun, melonjak sekitar 51,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp662,37 miliar.
Kenaikan penjualan tersebut mendorong laba bruto meningkat menjadi Rp622,02 miliar, sementara laba operasional naik menjadi Rp82,21 miliar, mencerminkan bahwa peningkatan jumlah gerai masih mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat.
Ekspansi Gerai Belum Melambat
Bagi masyarakat Jabodetabek, peningkatan laba ini sejalan dengan semakin mudahnya menemukan gerai Fore Coffee di berbagai pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, stasiun hingga area permukiman.
Hingga 30 Juni 2026, Fore telah mengoperasikan 363 gerai kopi di Indonesia, naik dari 316 gerai pada akhir 2025. Di saat yang sama, bisnis pendukungnya juga berkembang dengan bertambahnya gerai Fore Donut menjadi 10 outlet dari sebelumnya hanya dua gerai. Di Singapura, perusahaan mempertahankan 4 gerai kopi.
Pertambahan hampir 50 gerai dalam 6 bulan menunjukkan perusahaan masih melihat ruang pertumbuhan konsumsi kopi modern, termasuk di wilayah Jabodetabek yang menjadi salah satu pasar terbesar industri kopi nasional.
Uang Kas Tetap Tebal
Meski agresif membuka gerai baru, kondisi kas perusahaan tetap tergolong kuat. Per akhir Juni 2026, Fore memiliki kas dan bank sebesar Rp263,96 miliar. Total aset perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,26 triliun dibandingkan Rp1,16 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, ekuitas naik menjadi Rp737,69 miliar, didorong oleh akumulasi laba selama semester pertama tahun ini. Akumulasi rugi historis perusahaan juga terus menyusut menjadi Rp121,31 miliar, dari sebelumnya Rp177,80 miliar pada akhir 2025.
Apa Artinya bagi Pecinta Kopi?
Bagi pelanggan Fore Coffee, laporan keuangan ini memberi sinyal bahwa perusahaan masih berada dalam fase ekspansi yang sehat.
Pertumbuhan laba biasanya memberi ruang bagi perusahaan untuk memperluas jaringan gerai di kawasan strategis Jabodetabek; menghadirkan lebih banyak inovasi menu kopi maupun non-kopi; memperkuat layanan digital dan pemesanan melalui aplikasi hingga mengembangkan bisnis pendukung seperti Fore Donut yang mulai berekspansi.
Dengan kinerja keuangan yang semakin solid, Fore memiliki modal lebih besar untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri kopi premium terjangkau di Indonesia.
Secara keseluruhan, semester I-2026 menunjukkan bahwa strategi ekspansi Fore belum mengorbankan profitabilitas. Sebaliknya, perusahaan berhasil menggabungkan pertumbuhan jumlah gerai dengan peningkatan penjualan dan laba, sebuah kombinasi yang menjadi indikator penting bagi keberlanjutan bisnis di tengah kompetisi ketat pasar kopi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








