Kemenperin dan BRIN Dampingi IKM di Sukabumi Hasilkan Mesin Suwir Ikan dan Daging

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian, berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan kegiatan Pendampingan Diversifikasi Produk bagi IKM Permesinan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini guna memperkuat kapasitas teknis pelaku IKM permesinan dalam menghasilkan mesin pengolahan pangan yang lebih inovatif dan sesuai kebutuhan industri.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, sektor IKM memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur industri nasional.
Baca Juga: Kemenperin Percepat Hilirisasi Pisang Lewat Sentra IKM di NTT
Agus menambahkan, selain mendominasi struktur industri nasional dengan porsi unit usaha mencapai 99,79% dari total unit usaha industri yang tersebar di berbagai daerah, IKM juga menyerap hingga 13,4 juta tenaga kerja.
“Oleh karena itu, penguatan daya saing IKM menjadi langkah penting untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Agus dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Agus menyampaikan, daerah yang memiliki potensi sumber daya alam besar seperti Kabupaten Sukabumi perlu didukung dengan penguasaan teknologi pengolahan agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.
"Kami mendukung IKM lokal, khususnya yang berada di daerah dengan potensi sumber daya alam seperti Sukabumi, untuk berperan aktif memaksimalkan pengolahan hasil sumber daya alam setempat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," tegasnya.
Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki potensi besar pada sektor peternakan dan perikanan. Wilayah pesisir selatan Jawa Barat yang luas serta ketersediaan sumber daya perikanan darat membuka peluang pengembangan industri pengolahan pangan yang semakin kompetitif.
Namun, optimalisasi potensi tersebut membutuhkan dukungan mesin dan peralatan produksi yang efisien serta sesuai kebutuhan pelaku usaha.
Melalui program pendampingan ini, sebanyak 16 pelaku IKM Permesinan Teknologi Tepat Guna (TTG) mendapatkan pendampingan intensif dalam mengembangkan serta memproduksi mesin suwir ikan dan daging.
Mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kualitas hasil olahan, sekaligus mendukung berkembangnya industri pengolahan pangan berbasis potensi lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







