Menhub Dudy Perkuat Kerja Sama Transportasi Indonesia dengan Arab Saudi

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperluas kerja sama di sektor transportasi dengan Pemerintah Arab Saudi.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dengan Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser.
“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kembali bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, bahkan memperluas jangkauannya,” kata Dudy, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Kemenhub Soal Gugatan PT KSS: Hormati Proses Hukum, Serahkan Sepenuhnya pada Putusan Hakim PTUN
Dudy menyambut baik dan mendukung penuh perluasan kerja sama di sektor transportasi antarkedua negara, termasuk inisiatif Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi untuk mengembangkan beberapa Nota Kesepahaman.
Nota Kesepahaman meliputi investigasi keselamatan transportasi, maritim, perkeretaapian, hingga kerja sama teknis di bidang penerbangan sipil.
Dudy akan menugaskan tim teknis dari Kementerian Perhubungan untuk membahas dan menyelesaikan usulan Nota Kesepahaman tersebut secara tepat waktu.
“Perlu saya sampaikan, diskusi terkait layanan udara antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi yang berlangsung pada Juni 2025 lalu menghasikan kesepakatan yang saling menguntungkan. Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh,” ujarnya.
Menhub Dudy mengucapkan terima kasih atas komitmen maskapai Arab Saudi yang telah melayani pasar Indonesia. Menurutnya, jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir terbilang cukup besar, dengan jumlah terbanyak adalah jamaah umrah.
Pada saat yang sama, salah satu maskapai swasta Indonesia pun menunjukkan kinerja yang positif, di mana sejak Desember 2025 lalu frekuensi layanan terjadwal menuju Jeddah dan Madinah telah bertambah.
Baca Juga: Komisi V DPR Minta Kemenhub Prioritaskan Program Keselamaran Transportasi di RKA 2027
“Ke depan, saya yakin masih banyak ruang bagi kita untuk terus bekerja sama di sektor transportasi udara. Satu hal yang penting, kita perlu memastikan peluang yang adil dan menguntungkan bagi maskapai penerbangan kedua negara, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan masing-masing negara,” tutur Dudy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









