APERSI Targetkan Bangun 110.000 Rumah Subsidi Tahun Ini

AKURAT.CO Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pembangunan rumah subsidi.
Komitmen tersebut muncul setelah pengurus baru APERSI periode 2026-2031 bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk meminta arahan mengenai target pembangunan sekaligus pembenahan kualitas pengembang.
Ketua Umum APERSI, Deddy Indrasetiawan mengatakan, salah satu pesan utama Menteri PKP Maruarar Sirait adalah agar organisasi tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang terbukti melanggar hukum maupun membangun rumah dengan kualitas yang tidak memenuhi standar.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 62.530 Rumah Subsidi, Apersi Siap Berikan Dukungan Penuh
Menurutnya, kualitas anggota menjadi prioritas dibanding sekadar memperbanyak jumlah pengembang.
"Kami diminta Pak Menteri, paling pertama berani. Kalau ada anggota APERSI yang melanggar hukum atau bangunannya kurang bagus, lakukan tindakan. Mungkin kita keluarkan dari anggota," kata Deddy usai pertemuan dengan Menteri PKP di Wisma Mandiri, Jumat (10/7/2026).
Dirinya mengatakan Menteri PKP menilai organisasi pengembang akan lebih sehat apabila diisi oleh anggota yang memiliki komitmen terhadap kualitas pembangunan.
"Yang penting anggota itu tidak perlu banyak, tapi berkualitas. Syukur-syukur anggotanya banyak dan berkualitas semua," ujarnya.
Selain membahas kualitas pengembang, APERSI juga menyampaikan undangan resmi kepada Menteri PKP untuk menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Pusat APERSI periode 2026-2031 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli mendatang.
Dalam pertemuan tersebut, APERSI juga meminta arahan mengenai pencapaian target pembangunan rumah subsidi tahun ini.
Deddy mengatakan organisasinya diminta mempercepat pembangunan rumah subsidi agar kuota yang telah disiapkan pemerintah dapat terserap secara optimal.
"Tadi Pak Menteri meminta kami segera membangun untuk penyerapan perumahan subsidi tahun ini," katanya.
APERSI sendiri menargetkan pembangunan sekitar 110 ribu unit rumah subsidi pada 2026. Hingga saat ini realisasinya telah mencapai sekitar 23 ribu unit.
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya APERSI berhasil merealisasikan sekitar 87 ribu unit rumah subsidi. "Tahun lalu kami 87 ribu unit. Target tahun ini 110 ribu unit. Sampai hari ini yang sudah terealisasi sekitar 23 ribu unit," ujar Deddy.
APERSI menyatakan siap menjalankan arahan pemerintah agar pembangunan rumah subsidi tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga menjaga kualitas bangunan serta kepatuhan hukum seluruh anggotanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat










