PGN Garap CBM Tanjung Enim 9,7 TCF

AKURAT.CO Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energi nasional.
PGN bakal mencari sumber-sumber pasokan baru yang non-konvensional dengan melaksanakan beberapa program gasifikasi dari molekul-molekul gas dan juga sumber-sumber pasokan yang ada.
Salah satu inisiatif yang tengah dilakukan adalah pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas berbasis batubara yang dapat dimanfaatkan untuk dapat dijadikan gas methane dan menambah pasokan bagi PGN.
Baca Juga: Pengembangan CBM Digenjot, Target Produksi Gas 2030 Dikejar
Adapun, PGN menerima kunjungan kerja dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman beserta jajaran di Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa beberapa waktu lalu.
Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto menyampaikan apresiasi atas dukungan dari KSP terhadap upaya PGN dalam rangka penguatan gas bumi domestik dan mengurangi impor energi nasional.
Selain coal-bed methane (CBM), PGN juga mencoba meraih potensi pasokan dari biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Potensi pasokan dari ketiga sumber ini sangat besar di Sumatera Selatan.
“Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, dimana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya akan dikumpulkan yang kemudian akan masukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada,” kata Arief dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).
Integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan energi ini.
Dengan rekam jejak yang solid serta portofolio infrastruktur gas bumi yang luas sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap menjalankan peran strategisnya sebagai jembatan utama antara titik sumber pasokan gas dengan masyarakat, dengan tetap tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
Kendati kesiapan operasional, PGN menggarisbawahi bahwa percepatan proyek strategis ini membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder.
Oleh karena itu, PGN menilai dukungan dari KSP memegang peranan penting dalam menjembatani komunikasi antar pemangku kepentingan agar koordinasi dapat berjalan lebih taktis dan efektif, serta selaras dengan peran masing-masing pihak serta tindak lanjut yang jelas di setiap lini.
“Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” ucap Arief.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa percepatan proyek pengembangan pemanfaatan CBM menjadi perhatian bersama karena memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.
Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak telah menyepakati pentingnya percepatan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
KSP mendorong penyelesaian hambatan lintas sektor agar pengembangan Gas Metana Batubara dari wilayah Muara Enim ini dapat segera masuk tahap komersialisasi, dimana penyelesaian administrasi tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Bagi PGN, pengembangan CBM di Tanjung Enim berpotensi membuka ruang monetisasi sumber daya gas non-konvensional domestik yang selama ini belum optimal. Inisiatif ini juga dapat menjadi salah satu opsi diversifikasi pasokan gas domestik bagi PGN untuk mendukung kebutuhan industri dan pembangkit.
Berdasarkan data Ditjen, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 TCF OGIP atau Original Gas in Place, dengan estimasi nilai potensi gas sekitar USD15,4 miliar.
PGN menegaskan kesiapan teknis maupun komersial melalui penyusunan skema pemanfaatan gas bumi yang ada, dengan target penyaluran yang diproyeksikan tumbuh secara bertahap mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









