Ingin Jadikan RI Produsen Ikan Terbesar di Dunia, Begini Strategi Pemerintah

AKURAT.CO Pemerintah mengubah arah kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan dari sekadar mengejar swasembada menuju peningkatan kapasitas produksi nasional agar Indonesia menjadi salah satu penghasil ikan terbesar di dunia.
Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) usai Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) Sektor Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
"Intinya tahun ini fokus kita tidak hanya swasembada, kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia," kata Zulhas.
Baca Juga: KKP Inisiasi RPerpres Gemarikan untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan
Setelah mendorong tercapainya swasembada beras, pemerintah ingin membangun swasembada ikan melalui pembenahan tata kelola sektor perikanan, baik budidaya maupun penangkapan ikan.
"Dengan dukungan semua, maka program kebijakan Presiden untuk swasembada akan terpenuhi dan bahkan kita akan menjadi eksportir terbesar di dunia," ujar Zulhas.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pemerintah melakukan sejumlah upaya. Termasuk akan mengembangkan budidaya ikan darat tematik hingga 40.000 titik di 500 kawasan untuk menaikkan produksi protein nasional tanpa pembukaan kawasan hutan.
Selain itu, pemerintah juga akan merevitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa seluas sekitar 14.090 hektare, mengembangkan kawasan budidaya udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur.
Kemudian melakukan modernisasi terhadap 4.582 kapal perikanan untuk meningkatkan produktivitas sektor penangkapan ikan sekaligus mendorong penerimaan negara melalui devisa, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Pemerintah juga memperluas agenda swasembada ke sektor garam. Zulhas mengatakan Presiden telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur percepatan intensifikasi, ekstensifikasi, dan penerapan teknologi pada kawasan sentra ekonomi garam rakyat.
"Target swasembada garam itu akhir 2027 karena kita masih impor cukup besar," kata Zulhas.
KKP menargetkan produksi garam industri dengan kadar NaCl di atas 97% mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun. Produksi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor garam industri yang saat ini masih mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun.
Target menjadi penghasil ikan terbesar di dunia menandai perubahan orientasi pembangunan sektor perikanan nasional. Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah lebih banyak berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan domestik.
Kini, strategi tersebut diperluas dengan mendorong peningkatan kapasitas produksi agar Indonesia memiliki daya saing lebih besar di pasar ekspor.
Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut mencapai sekitar 6,4 juta kilometer persegi, Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya perikanan terbesar di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









