Tanam 76 Ribu Pohon, PalmCo Dorong Perlindungan Sumber Air

AKURAT.CO PTPN IV PalmCo mencatatkan penanaman 76.555 bibit pohon di berbagai wilayah operasionalnya dalam tiga tahun terakhir.
Program penghijauan yang dijalankan perusahaan pelat merah itu tidak hanya diarahkan untuk memperkuat komitmen lingkungan, tetapi juga diklaim berkaitan langsung dengan upaya menjaga kualitas sumber air dan menekan risiko erosi di sekitar area perkebunan.
Berdasarkan data perusahaan, jumlah pohon yang ditanam terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, PalmCo menanam 8.750 pohon. Jumlah itu naik dua kali lipat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Sementara hingga pertengahan 2026, realisasi penanaman telah mencapai 50.305 pohon. Secara total, akumulasi penanaman sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026 mencapai 76.555 pohon.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan jumlah penanaman pohon menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap kondisi lingkungan dan cuaca yang kian tidak menentu. Menurut dia, penghijauan dalam skala besar dibutuhkan untuk memperkuat daya dukung lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret kami melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu. Menanam dalam skala besar mutlak dilakukan, namun menanam saja tentu tidak cukup. Pohon-pohon ini harus dirawat, karena itu dalam setiap pelaksanaannya kami selalu berkolaborasi dan mengajak warga sekitar untuk ikut menjaga agar bibit tersebut bisa tumbuh besar dan optimal,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Selasa (24/6/2026).
Ia menjelaskan, program penanaman pohon juga berkaitan dengan upaya menjaga kebersihan sumber air di sekitar kebun. Menurut Jatmiko, keberadaan vegetasi di bantaran sungai dan area rawan erosi penting untuk menahan tanah agar tidak mudah longsor ke aliran air.
“Kalau tidak ada pohon yang akarnya menahan tanah, tanah itu akan longsor ke sungai menjadi lumpur. Sungainya jadi dangkal, kotor, dan akhirnya bisa memicu banjir. Dengan menanam pohon di sekitar bantaran air, erosi bisa dicegah dan kualitas air tanah yang dipakai warga sehari-hari diharapkan ikut terjaga,” katanya.
Penanaman 1.000 pohon di Distrik Djaba
Komitmen penghijauan itu juga dilanjutkan di tingkat unit kebun. Pada Senin (22/6), PTPN IV PalmCo bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) dan warga sekitar menanam 1.000 bibit pohon di tujuh titik wilayah Distrik Djaba yang mencakup area Jawa Barat dan Banten.
Kegiatan penanaman dipusatkan secara simbolis di Kebun Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat. Di lokasi ini, anggota IKBI menanam 100 bibit pohon. Sementara 900 bibit lainnya ditanam secara serentak oleh karyawan perusahaan bersama warga di enam unit kebun lain dalam lingkup Distrik Djaba.
Jenis pohon yang ditanam terdiri dari tanaman berkayu keras seperti gaharu, mahoni, jabon, sengon, dan jati, serta tanaman buah seperti durian, sawo, mangga, alpukat, rambutan, hingga nangka. Kombinasi itu dipilih dengan pertimbangan fungsi ekologis sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Salurkan 150 Ton Daging Kurban
Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ida Erlina, mengatakan pohon berkayu keras diprioritaskan untuk ditanam di area bantaran sungai dan lahan miring karena dinilai efektif menahan pergerakan tanah dan menjaga kawasan resapan air. Sementara pohon buah ditanam di area yang lebih mudah dijangkau warga agar kelak hasilnya dapat dimanfaatkan bersama.
“Pohon berkayu keras sengaja ditanam di pinggiran sungai atau lahan miring karena akarnya kuat untuk mengikat tanah agar tidak mudah longsor dan membantu menjaga sumber air warga. Sedangkan pohon buah ditanam di lokasi yang lebih mudah dijangkau. Harapannya, saat nanti berbuah, hasilnya bisa dipetik dan dinikmati warga sekitar kebun,” ujar Ida.
Menurut Ida, keterlibatan IKBI dalam kegiatan penanaman pohon menjadi bentuk dukungan keluarga besar karyawan terhadap agenda lingkungan perusahaan. Ia menilai upaya menjaga kelestarian alam tidak cukup hanya dibebankan kepada korporasi atau pemerintah, tetapi juga perlu didorong dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami merasa penting untuk ikut turun tangan. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas perusahaan atau pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama. Dari rumah, keluarga juga bisa menanamkan kebiasaan menjaga pohon dan sumber air kepada anak-anak,” kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










