AI Kini Jadi Pintu Pertama Konsumen, Brand Terancam Hilang dari Radar

AKURAT.CO Perubahan besar tengah terjadi dalam dunia pemasaran digital. Selama dua dekade terakhir, Google menjadi gerbang utama pencarian informasi produk.
Namun kini konsumen mulai beralih menggunakan kecerdasan buatan (AI) generatif seperti ChatGPT, Gemini, hingga Perplexity sebagai referensi pertama sebelum membeli barang maupun jasa.
Group Chief Operating Officer (COO) MCorp, Iwan Setiawan menjelaskan, AI tidak lagi sekadar alat membuat konten, melainkan telah menjadi sumber informasi utama yang memengaruhi keputusan konsumen.
Baca Juga: Dorong Jakarta Menuju Global City, Antam dan MCorp Hadirkan JAKMW 2026
"Personal use kini menjadi use case terbesar AI. Orang tidak hanya memakai AI untuk membuat konten atau coding, tetapi juga untuk mencari rekomendasi produk sebelum membeli," ujar Iwan dalam Tech for Business 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Data dari AI in the Wild yang dipaparkan dalam forum tersebut menunjukkan penggunaan AI untuk kebutuhan personal menjadi kategori terbesar sepanjang 2025 hingga 2026.
Tren ini menandakan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan AI dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam praktiknya, konsumen kini cukup mengetik pertanyaan seperti "sepatu lari terbaik untuk pemula" ke platform AI. Sistem kemudian akan menyajikan beberapa rekomendasi produk yang dianggap paling relevan berdasarkan data yang tersedia di internet.
Kondisi ini menciptakan tantangan baru bagi pemilik merek. Sebab, berbeda dengan mesin pencari yang menampilkan puluhan hasil, AI umumnya hanya memberikan beberapa rekomendasi utama.
"Kalau brand Anda tidak masuk tiga besar rekomendasi AI, kemungkinan besar tidak akan terlihat oleh konsumen," kata Iwan.
Perubahan tersebut menjadi fase baru dalam evolusi pencarian digital. Pada era 2000-an, konsumen mengandalkan mesin pencari. Memasuki 2010-an, media sosial memperkenalkan algoritma yang mendorong konten sesuai minat pengguna.
Kini, dekade 2020-an ditandai oleh hadirnya AI generatif yang mampu menyintasi berbagai sumber informasi menjadi satu jawaban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 3Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 4Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 5Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 6Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 7Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 8Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 9Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver
- 10Presiden Prabowo Minta Perekrutan TNI-Polri Tidak Melulu Lihat Fisik, Boleh Berkacamata Asal Pintar










