Harga Minyak Melonjak usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus USD95

AKURAT.CO Harga minyak dunia melonjak lebih dari USD2 per barel pada perdagangan Kamis setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz.
Mengutip dari laman Reuters, Kamis (11/6/2026) harga minyak mentah Brent naik USD2,30 atau 2,47% menjadi USD95,40 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD2,60 atau 2,89% menjadi USD92,63 per barel. Bahkan, pada awal sesi perdagangan, harga WTI sempat melonjak lebih dari USD3 per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak maupun kapal komersial. Iran menyatakan setiap kapal yang berupaya melintasi jalur tersebut akan menjadi sasaran tembakan.
Baca Juga: Pertamax Naik, Pakar: Langkah Realistis untuk Jaga APBN di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Namun demikian, militer Amerika Serikat menyebut aktivitas pelayaran komersial di kawasan tersebut masih berlangsung. Washington juga membantah laporan media pemerintah Iran yang menyebut kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz menjadi target serangan rudal dan drone.
Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah pasukan AS melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu setempat.
Serangan tersebut menjadi babak terbaru dalam eskalasi konflik kedua negara yang sebelumnya sempat mereda setelah tercapainya gencatan senjata pada awal April.
Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian pasar karena jalur tersebut selama ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia. Gangguan terhadap lalu lintas energi global berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga minyak bertahan pada level tinggi.
Di sisi lain, data Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni. Penurunan tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan analis yang memperkirakan penyusutan sekitar 4 juta barel.
EIA juga mencatat total persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, telah berkurang sekitar 79 juta barel sejak konflik Iran memanas.
Baca Juga: Serangan Israel ke Lebanon Angkat Harga Minyak ke Level Tertinggi
Penurunan ini terjadi seiring upaya Amerika Serikat meningkatkan pasokan untuk menutup kekurangan yang muncul akibat terganggunya arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









