Insentif EV Berbasis Nikel Dinilai Perkuat Hilirisasi dan Industri Baterai

AKURAT.CO Rencana pemerintah memberikan insentif penuh bagi kendaraan listrik berbasis nikel (NMC) dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi industri nikel nasional.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar menilai, kebijakan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk naik kelas dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain utama dalam rantai nilai industri baterai global.
Bisman menegaskan, tanpa kebijakan yang konsisten memperkuat nilai tambah di dalam negeri, Indonesia akan tetap berada di posisi hulu dalam rantai pasok global.
Baca Juga: Ini cara Kemenperin Dorong IKM Masuk Rantai Pasok Industri Kendaraan Listrik
“Insentif ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah hilirisasi. Jika tidak diperkuat dengan kebijakan, kita hanya akan menjadi pemasok bahan baku, padahal kita memiliki cadangan nikel terbesar di dunia,” kata Bisman dikutip, Selasa (2/6/2026).
Selain itu, kebijakan ini perlu diperkuat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar insentif tidak berhenti pada peningkatan konsumsi, melainkan benar-benar mendorong penguatan industri baterai dan komponen di dalam negeri.
“Jangan sampai (kita) hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi pemain utama. Kebijakan insentif atau kemudahan lain harus sinkron dengan penguatan industri komponen di dalam negeri,” tambahnya.
Di sisi lain, Bisman menilai baterai NMC memiliki keunggulan kuat, terutama untuk kendaraan berperforma tinggi dan jarak tempuh jauh. Hal ini menegaskan NMC sebagai salah satu teknologi kunci dalam industri kendaraan listrik global.
“Prospek NMC masih sangat bagus karena keunggulannya. Meski teknologi LFP berkembang, nikel tetap memiliki posisi strategis di pasar kendaraan listrik global,” tutur Bisman.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah tengah menyiapkan skema insentif kendaraan listrik berupa pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk mobil listrik berbasis baterai nikel, serta PPN DTP sebesar 40% untuk mobil listrik non-nikel.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per unit.
Baca Juga: INDEF Usul Zona Emisi Rendah Jadi Sumber PAD Baru, Pajak Kendaraan Listrik Perlu Dikaji Matang
Rencananya, insentif tersebut akan menyasar sekitar 200 ribu unit kendaraan listrik, yang terdiri dari mobil dan motor listrik, dan ditargetkan mulai bergulir pada Juni 2026.
"Kalau mobil yang baterainya nikel, PPN-nya ditanggung 100%. Kalau yang non-nikel, di bawah itu. Karena kita akan mendukung hilirisasi nikel di sini supaya nikel kita dipakai betul,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Adapun, hilirisasi nikel menjadi baterai kendaraan listrik saat ini terus dipercepat oleh Indonesia Battery Corporation (IBC). Perusahaan yang sahamnya juga dimiliki oleh MIND ID tersebut tengah mempersiapkan commercial operation date (COD) pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang pada Juli 2026 mendatang.
Pabrik tersebut dibangun melalui kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL) melalui entitas patungan bernama Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi mencapai 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun dan diharapkan menjadi salah satu penggerak utama penguatan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









