Pasar Properti On The Track Ditopang Lonjakan Tren Positif Penjualan Rumah Seken

AKURAT.CO Pasar properti pada tahun ini diproyeksikan akan tetap on the right track sejalan dengan akan adanya lonjakan pada pasar rumah second di Indonesia.
Anggota Satgas Perumahan sekaligus Pengamat Properti, Panangian Simanungkalit menilai perkembangan pasar sekunder dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau dan legalitas yang lebih pasti.
“Properti saat ini on the track karena ada momentum rumah second ke pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang masih kompetitif,” ujar Panangian.
Baca Juga: Konflik Iran Tak Goyahkan Pasar Properti di Singapura
Menurut Panangian, pasar rumah second memiliki potensi besar untuk tumbuh karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan hunian masyarakat setiap tahun. Ia menilai secondary market dapat menjadi solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah di tengah tingginya backlog perumahan nasional.
Apalagi, tambah Panangian, rumah second biasanya berada di lokasi premium dengan harga puluhan tahun lalu. “Ibaratnya, kita beli tanahnya saja sudah untung,” kata Panangian.
Dalam waktu dekat, lanjut Panangian, akan terdapat pelepasan puluhan ribu aset rumah second melalui mekanisme lelang yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Properti yang dipasarkan terdiri dari berbagai segmen mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen hingga kavling dengan rentang harga variatif.
“Pasar rumah second ini menarik karena sebagian besar aset sudah berada di kawasan yang hidup, infrastrukturnya terbentuk, dan harga tanah terus meningkat. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” katanya.
Ia menambahkan, rumah-rumah yang akan dipasarkan juga telah melalui pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait aspek administrasi maupun status kepemilikannya. Selain itu, akan ada juga skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) khusus yang dirancang bagi masyarakat yang mau menyicil rumah second.
Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif bagi industri perumahan nasional secara keseluruhan, termasuk meningkatkan likuiditas pasar properti dan memperluas pilihan hunian bagi masyarakat.
“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki value yang tinggi. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutur Panangian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








