Zulhas: Pangan Kini Bagian Strategi Pertahanan Negara

AKURAT.CO Pemerintah mulai memasukkan peran militer ke dalam sistem pangan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini menjadi bagian strategis dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah tekanan geopolitik global dan gangguan rantai pasok.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, yang dihadiri sekitar 1.500 komandan satuan dari berbagai wilayah.
Zulhas menekankan bahwa pangan tidak lagi diposisikan semata sebagai sektor produksi, melainkan telah masuk ke dalam kerangka pertahanan negara.
Baca Juga: Peningkatan Layanan Kesehatan 66 RSUD Bisa Ciptakan 33.000 Lapangan Kerja Baru
“Peran TNI menjadi semakin strategis ketika dunia menghadapi tekanan geopolitik, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok pangan global. Pemerintah menempatkan pangan bukan hanya sebagai urusan produksi, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan negara,” ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Secara data, ketahanan pangan global tengah mengalami tekanan. Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan indeks harga pangan dunia sepanjang 2025 masih berada di level fluktuatif akibat konflik geopolitik dan perubahan iklim.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih menghadapi tantangan distribusi pangan, terutama di wilayah terpencil yang berkontribusi terhadap disparitas harga.
Dalam konteks domestik, pemerintah mendorong konsolidasi lintas sektor dari hulu hingga hilir.
Salah satu instrumen utama yang disiapkan adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan target mencapai 80.000 unit di seluruh Indonesia.
“Kami ingin membangun sistem pangan nasional yang kuat secara produksi, adil bagi petani, terjangkau bagi masyarakat, serta berkelanjutan bagi desa,” kata Zulhas.
Baca Juga: Potret Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan: Stabil di Tengah Tekanan
Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi pangan di tingkat desa, sekaligus memperluas akses pasar bagi petani. Skema ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada rantai distribusi panjang yang selama ini menjadi salah satu penyebab inflasi pangan.
Keterlibatan TNI dalam sektor pangan bukan hal baru. Pada masa krisis pangan dan program swasembada beras era Orde Baru, aparat militer juga dilibatkan dalam pendampingan produksi dan distribusi.
Namun, pendekatan saat ini bergeser ke arah integrasi sistemik dalam kerangka ketahanan nasional yang lebih luas.
Penguatan peran TNI dan pembentukan Kopdes berpotensi meningkatkan stabilitas pasokan pangan, terutama di daerah rawan distribusi. Bagi pasar, langkah ini dinilai dapat menekan volatilitas harga pangan yang selama ini menjadi kontributor utama inflasi.
Data BPS menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai mendorong penguatan sektor hilir, termasuk pengelolaan sampah menjadi energi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan pangan dan lingkungan.
Apel Komandan Satuan TNI 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Pertahanan, serta jajaran pimpinan TNI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









