PTPN IV Dorong Wirausaha Kopi Lewat Pelatihan Barista

AKURAT.CO Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui entitas PTPN IV PalmCo melatih 50 pemuda di Sumatera menjadi barista profesional.
Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons pertumbuhan industri kopi nasional yang kian pesat sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.
Pelatihan tersebut digelar bekerja sama dengan Pekanbaru Hospitality Institute, dengan pendekatan berbasis kebutuhan pasar kerja terkini, khususnya di sektor kopi dan hospitality.
Baca Juga: Sidang PTPN II Soroti 'Grey Area' Regulasi Inbreng Lahan BUMN
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan program ini dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berlapis di tingkat daerah.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan keterampilan individu. Ketika para peserta mampu mandiri dan membuka usaha kedai kopi, di situlah multiplier effect akan terjadi,” ujar Jatmiko dalam keterangan resmi.
Menurut laporan International Coffee Organization (ICO) menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, dengan produksi mencapai lebih dari 11 juta kantong per tahun.
Dari sisi hilir, Asosiasi Pengusaha Kopi dan Cokelat Indonesia (APKCI) menyebut jumlah kedai kopi di Indonesia telah melampaui 10.000 outlet. Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga mulai merambah wilayah sekunder.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Pulihkan 223 Hektare Lahan, Aset Negara Kembali Produktif
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menilai tren tersebut membuka peluang kerja baru yang signifikan.
“Industri kopi dan hospitality berkembang sangat pesat dan memberikan peluang besar bagi anak muda untuk berkarier maupun berwirausaha,” kata Bambang.
Program ini juga hadir di tengah tantangan struktural ketenagakerjaan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Agustus 2025 berada di kisaran 5,2 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok usia muda.
Dalam satu dekade terakhir, sektor ekonomi kreatif—termasuk subsektor kuliner dan kopi—menjadi salah satu penyerap tenaga kerja nonformal dengan pertumbuhan tercepat. Kemenparekraf mencatat sektor ini menyumbang lebih dari 7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 23 juta tenaga kerja.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Bambang Rusdianto, menilai kolaborasi ini relevan dengan kebutuhan pasar.
“Program seperti ini penting karena memberikan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Ketua Penyelenggara Pekanbaru Hospitality Institute, Imelda Samsi, menambahkan pelatihan tidak hanya berfokus pada teknik meracik kopi, tetapi juga standar pelayanan dan etika kerja di industri hospitality.
“Kami membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh tentang industri, agar siap langsung terjun ke dunia kerja,” kata Imelda.
Bagi peserta, program ini menjadi akses langsung ke peluang kerja. Salah satu peserta, Yuni asal Indragiri Hulu, mengaku pelatihan ini membuka jalan untuk masa depan yang lebih jelas.
“Saya ingin belajar serius agar bisa bekerja sebagai barista atau membuka usaha kopi sendiri di kampung,” ujarnya.
PTPN IV PalmCo menyatakan program pelatihan barista ini akan menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan lain, seperti pembinaan kelompok pandai besi, pengolahan produk turunan sawit, serta pengembangan sektor peternakan dan perikanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










