Bahlil Sebut Impor LPG dari Rusia Masuki Tahap Finalisasi

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan rencana impor liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia saat ini telah memasuki tahap finalisasi.
Adapun, rencana impor LPG dari Rusia merupakan salah satu pembahasan yang dilakukan oleh Bahlil bersama dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev.
“Nah insyaallah Rusia sekarang dalam kalau untuk LPG dalam taraf finalisasi, ya kita doakan bisa cepat selesai,” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).
Pasokan LPG Nasional Masih Aman
Bahlil menjelaskan, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,6 juta ton, dan diproyeksikan meningkat hingga 10 juta ton per tahun pada periode 2026–2027.
Baca Juga: Bahlil Targetkan Impor Minyak dari Rusia Terlaksana Bulan Ini
Kenaikan tersebut salah satunya didorong oleh kebutuhan industri, termasuk proyek petrokimia Lotte yang diperkirakan menyerap sekitar 1,5 juta ton LPG per tahun.
Di sisi lain, produksi LPG domestik masih terbatas, yakni hanya sekitar 1,6 juta ton, sehingga ketergantungan terhadap impor masih cukup tinggi.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi pasokan LPG nasional saat ini masih dalam batas aman.
“Pertamina, dengan kami di ESDM, dan semua pemanggku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Bahlil melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada hari Selasa (14/4) waktu setempat.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.
Adapun, dalam turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia salah satunya suplai minyak dan gas bumi dan penyimpanan (storage).
“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Kita akan bisa mendapatkan LPG,” kata Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








