PLN Segera Pensiunkan 2.139 PLTD Untuk Hemat Konsumsi BBM

AKURAT.CO PT PLN (Persero) terus mempercepat upaya pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) impor di sektor ketenagalistrikan, khususnya pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih beroperasi di berbagai wilayah.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan perseroan telah menyiapkan untuk menekan konsumsi BBM pada 741 lokasi dengan total sekitar 2.139 PLTD dan aka digantikan dengan energi bersih.
“PLN juga sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel,” kata Darmawan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI dikutip, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Swasta Kembangkan Sorgum untuk Biomassa PLTU
Darmawan menambahkan, PLN saat ini melakukan pemetaan potensi sumber energi lokal di setiap lokasi pembangkit.
Salah satu opsi utama yang dipertimbangkan adalah pemanfaatan pembangkit listrik tenaga pikohidro dan mikrohidro, apabila sumber daya air di wilayah tersebut tersedia.
“Kalau tidak ada, maka kami merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga surya yang dilengkapi dengan baterai energy storage system,” ujarnya.
Darmawan menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek hingga menengah PLN untuk menekan penggunaan energi yang masih bergantung pada impor dan memiliki biaya produksi tinggi.
“Kami secara bertahap dalam waktu yang secepat-cepatnya dengan segala kemampuan yang kami miliki, termasuk partnership dengan mitra potensial secara transparan, kredibel, kompetitif, dan efisien,” tutur Darmawan.
Diberitakan sebelumnya Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk melaporkan hasil rapat awal satgas yang melibatkan kementerian terkait dan PT PLN (Persero).
"Dipanggil untuk melaporkan perkembangan pembahasan Satgas EBTKE, energi baru terbarukan dan konversi kendaraan dari bensin ke listrik," kata Bahlil kepada awak media, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah konkret dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan, termasuk mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menggunakan bahan bakar solar.
Dia menjelaskan bahwa program tersebut akan diterapkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia, khususnya pada pembangkit listrik yang masih bergantung pada bahan bakar solar.
Lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, terutama pembangkit-pembangkit yang selama ini memakai solar, karena dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa dipastikan energi akan seperti apa dalam konteks jangka panjang.
"Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil," ungkap Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









