Kementan dan Kementerian PU Bangun Sumur Bor Dalam di Mojokerto

AKURAT.CO Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan sumur bor dalam Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Adapun, sumur bor ini nantinya mampu menekan biaya operasional petani hingga 80% sekaligus menjamin ketersediaan air untuk musim tanam.
Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Dhani Gartina, menegaskan bahwa keberadaan sumur JIAT memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani, khususnya untuk mendukung musim tanam.
Baca Juga: Kementerian PU Dorong Aspal Buton, Ketergantungan Impor Ditarget Turun 50%
“Kalau kelompok tani (poktan) dan gapoktan di sini bergerak, tahun depan outlet bisa ditambah. Artinya, kepastian air untuk satu musim tanam sudah bisa dijamin. Pemerintah sudah membangun sumber air ini secara gratis, sekarang tinggal petaninya bergerak dan memanfaatkan, serta merawatnya,” kata Dhani, Minggu (5/4/2026).
Dhani menambahkan, pentingnya kesiapan kelembagaan petani dalam mengelola fasilitas tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Yang paling penting kelembagaan petani (Kelompok Tani) harus dapat mengelola sarana dan prasarana irigasi ini. Saya titip pesan, ini harus dirawat sampai puluhan tahun. Infrastruktur pengairan ini nilainya tidak kecil,” tambahnya.
Dampak program ini dirasakan langsung oleh petani. Kepala Dusun Sumenggo, Julianto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas bantuan sumur bor dalam yang telah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, sebelum adanya sumur bor dalam, petani harus mengandalkan sumur bor dangkal dengan biaya operasional yang cukup tinggi.
“Dulu, kalau pakai sumur bor dangkal, biayanya bisa sampai Rp500 ribu per hari. Sekarang, dengan sumur bor dalam, biaya hanya sekitar Rp70 ribu karena sekarang dengan listrik, ndak susah lagi nyari dan pikul-pikul solar. Ini sangat membantu dan meringankan beban petani,” jelas Julianto.
Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan infrastruktur air menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim.
Keberadaan sumur bor dalam ini menjadi solusi konkret bagi petani dalam mengatasi keterbatasan air, sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani di tingkat lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








