PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Hub Biomassa di Kaltim

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Kalimantan Powerindo untuk pengembangan dan pengelolaan bioenergi.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan, biomassa menjadi komponen penting dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus mendukung transisi menuju target net zero emission (NZE) 2060.
PLN EPI, sebagai subholding energi primer, memiliki mandat memastikan ketersediaan energi yang tidak hanya andal, tetapi juga berkelanjutan.
“Penguatan ekosistem biomassa tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu kolaborasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber pasok, pengolahan, logistik, hingga pemanfaatannya,” kata Hokkop dalam keterangannya dikutip, Minggu (5/4/2026).
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Swasta Kembangkan Sorgum untuk Biomassa PLTU
Hokkop menambahkan, penguatan ekosistem biomassa membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir. PLN EPI mendorong integrasi rantai pasok melalui pengembangan skema hub dan sub-hub yang memungkinkan konsolidasi bahan baku, standarisasi kualitas, serta efisiensi distribusi ke pembangkit.
“Melalui pendekatan hub, kita tidak hanya mengamankan pasokan, tetapi juga menciptakan efisiensi logistik dan kepastian kualitas biomassa. Ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keberlanjutan program cofiring di PLTU,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hokkop menekankan bahwa dinamika geopolitik global mendorong pentingnya diversifikasi energi berbasis sumber daya dalam negeri.
“Energi fosil ke depan akan menjadi buffer, sementara energi terbarukan seperti biomassa harus mulai kita dorong sebagai sumber utama. Di sinilah peran PLN EPI untuk memastikan kesiapan ekosistemnya,” tutur Hokkop.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kalimantan Powerindo, Rudy Gunawan, mengatakan perusahaan sejak beberapa tahun terakhir telah mempersiapkan diri menyongsong ekosistem biomassa.
“Kerja sama ini semakin memotivasi kami untuk memperluas jejak dan berinovasi di sektor energi terbarukan. Inisiatif tersebut sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk berkontribusi pada transisi energi serta mendukung pencapaian Net Zero Emission,” ucap Rudy.
Melalui kerja sama ini, PLN EPI dan Kalimantan Powerindo akan menjajaki pengembangan biomass hub di Kalimantan Timur, termasuk pemanfaatan berbagai jenis bahan baku seperti cangkang sawit (palm kernel shell/PKS), empty fruit bunch (EFB), biomassa kayu, hingga bioCNG.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan untuk program cofiring PLTU, tetapi juga menjadi model pengembangan bioenergi terintegrasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









