CORE: WFH Bisa Tekan Konsumsi Energi, Tapi Jangan Jadi Satu-Satunya Strategi

AKURAT.CO Ekonom menilai kebijakan Work From Home (WFH) dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menekan konsumsi energi nasional ditengah kondisi geopolitik yang masih memanas.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal menilai, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menerapkan WFH. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak cukup jika dijalankan sebagai satu-satunya strategi.
Hal tersebut dilakukan, agar upaya penghematan energi tetap efektif tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Siapkan Skema WFH Hemat BBM, Pramono Anung: Bukan Hari Rabu
“Saya rasa memang pemerintah perlu melakukan kebijakan (Work From Home) WFH untuk mengurangi konsumsi energi. Namun, bukan satu-satunya kebijakan. Kita perlu bauran kebijakan yang beragam, tidak hanya mengandalkan pada satu strategi,” kata Faisal kepada Akurat.co, Selasa (31/3/2026).
Faisal menjelaskan, meskipun WFH berpotensi menekan konsumsi bahan bakar dan penggunaan energi akibat berkurangnya mobilitas, kebijakan tersebut juga memiliki konsekuensi ekonomi, terutama bagi pelaku usaha sektor informal dan UMKM.
Menurutnya, penurunan mobilitas pekerja formal akibat WFH dapat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi harian, termasuk pelaku usaha kecil yang bergantung pada keramaian kawasan perkantoran, sekolah, rumah sakit, maupun pusat perdagangan.
“WFH itu juga punya dampak terhadap ekonomi, termasuk kepada pelaku usaha di sektor informal, UMKM. Dan artinya ada trade-off dampak penurunan konsumsi energi dengan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Faisal memperkirakan potensi penghematan energi dari kebijakan WFH secara nasional juga relatif terbatas.
Sebab, kebijakan WFH terutama memengaruhi pekerja sektor formal tertentu seperti pemerintahan dan sebagian sektor jasa.
Sementara sektor manufaktur, industri, ritel, perdagangan, hingga pendidikan tetap membutuhkan mobilitas fisik sehingga tidak sepenuhnya terdampak oleh kebijakan tersebut.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend dan Wacana WFH
“Sehingga tingkat penghematannya juga tidak penuh, begitu maksudnya untuk di sektor formal sendiri, dan sektor informal lebih lagi, jadi sebagian besar sektor informal tidak terpengaruh oleh WFH,” ucap Faisal.
Dorong Bauran Kebijakan
Karena itu, Faisal mendorong pemerintah untuk menerapkan strategi yang lebih terdiversifikasi. Salah satunya melalui pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, khususnya untuk kendaraan roda empat.
“Yang sebetulnya masih bisa dibatasi lagi untuk kendaraan roda empat, ya, sudah dimulai di 2025, tapi untuk saat sekarang sebagian kendaraan roda empat masih pakai BBM bersubsidi,” tuturnya
Selain itu, Faisal juga menekankan pentingnya percepatan penggunaan transportasi publik dengan memastikan kecukupan jumlah armada dan peningkatan kualitas layanan.
Dalam jangka menengah, Faisal menilai percepatan transisi energi menuju energi baru terbarukan menjadi langkah yang lebih strategis untuk menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, terutama BBM.
“Transisi energi yang lebih cepat ke energi yang selama ini, yang renewable energy yang kita punya, dan mengurangi energi fossil fuel yang kita banyak impor, ya, terutama BBM,” pungkas Faisal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








